BPP Gandangbatu Sillanan Dampingi Petani Kembangkan Kopi Arabika Varietas Lokal Toraja

BPP Gandangbatu Sillanan Kembangkan Kopi Varietas Lokal

Toraja berada di Sulawesi Selatan, sekitar 8 jam perjalanan dari Makassar, Ibu Kota Propinsi, dengan transportasi darat. Tana-Toraja berada di ketinggian 350-2800 mdpl. Toraja adalah wilayah yang sangat subur, sehingga banyak tanaman kopi yang tumbuh di diwilayah ini. Toraja adalah salah satu wilayah produsen kopi spesial yang terkenal di Indonesia.

Kopi merupakan salah satu komoditas andalan Sulawesi Selatan yang setiap tahunnnya mendapat perhatian dalam hal budidaya guna memperoleh peningkatan produktivitas hasil yang diperoleh petani.

Olehnya itu, untuk tetap meningkatkan produktivitas hasil budidaya kopi tersebut, BPP Gandangbatu SIllanan melakukan pendampingan dan pengawalan pelaksanaan teknologi budidaya kopi yang intensif di lahan petani.

Kopi sebagai salah satu komoditas yang punya potensi sebagai komoditas unggulan di masa pandemi ini. Sejalan dengan usaha tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi menegaskan untuk mendukung program Strategis Kementerian Pertanian.

“Para petani harus terus didorong agar dapat melakukan hilirisasi kegiatan usaha taninya baik secara on-farm maupun off-farm terutama pengelolaan pasca panen,” ujar Dedi.

Menarik untuk Anda:

Salah satu varietas lokal tersebut yaitu Varietas Toraya Langda ada di Lembang Perindingan yang merupakan wilayah kerja BPP Gandangbatu Sillanan, sehingga pengembangannya mulai dari pembibitan sampai tanaman produksi, penyuluh pertanian BPP Gandangbatu Sillanan perlu mendampingi petani dilapang. 

Saat ini Dinas Pertanian membuat program Pengembangan kopi Arabika Varietas Lokal Toraja dengan mengidentifikasi beberapa kopi Arabika yang sudah berumur tua, langka dan hanya tumbuh di daerah tertentu di Tana Toraja dimana keberadaannya hanya didapat dari penelusuran sejarah petani kopi. 

Hasil identifikasi lapangan terdapat 3 varietas kopi Arabika yang disementara di proses dalam pelepasan varietas baru kopi Arabika yaitu : Varietas Toraya Langda, Varietas Toraya Uluway dan Varietas Toraya Pango-pango.

Pohon induk kopi Toraya Langda telah berumur sekitar 40 tahun dan dimiliki oleh Markus Tammu anggota kelompok tani Masarang, lembang Perindingan Kec. Gandangbatu Sillanan, ujar Hariadi, PPL Gandangbatu Sillanan.

Kopi toraja merupakan tanaman dengan harga jual yang tinggi. Kopi ini dapat memberikan keuntungan  jika di kelolah dengan baik dan benar. 

Kopi toraja memiliki bentuk biji yang lebih kecil,lebih mengkilap dan licin pada kulit bijinya. meskipun memiliki cita rasa asam dan juga pahit, kopi toraja memiliki aroma wangi yang khas, dan menurut ahli kopi, aroma itulah yang menjadikan kopi toraja berbeda dengan karakteristiknya yang unik dan jarang ditemukan, tambah Hariadi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa kopi merupakan salah satu komiditi unggulan perkebunan, terutama perkebunan Indonesia. Bahkan menjadi satu komuditas yang mendukung sumber devisa negara.

“Melalui usaha kopi, mampu menciptakan sebuah lapangan pekerjaan yang saat ini terus berkembang. Selain itu juga sebagai sumber Industri yang dibutuhkan nasional maupun dunia,” kata Syahrul. 

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kabar Baik Unhas Loloskan 113 PKM, Peringkat Ketiga se Indonesia

FK Unhas Gelar Kuliah Umum Forensik Online

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar