Menkes Akui Kalau Faskes di Indonesia Belum Memadai

Menkes Akui Kalau Faskes di Indonesia Belum Memadai

R
Muhammad Dimas
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan (Menkes) menyatakan, kalau fasilitas kesehatan (faskes) di Indonesia belum memadai dan kurang maksimal. Akibatnya, banyak layanan rujukan pasien yang mengantre.

Menurut Budi, kurang memadainya fasilitas pelayanan menyebabkan banyak warga Indonesia yang melakukan pengobatan di luar negeri, dikutip dari CNN Indonesia.

Budi mengatakan, kalau pelayanan kesehatan terhadap penyakit degeneratif seperti jantung, stroke dan kanker belum maksimal dan menjadi penyakit yang menyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia.

“Kasus PTM di Indonesia setiap tahunnya bertambah. Karena layanan rujukannya sedikit, antreannya jadi makin panjang. PTM itu kan butuh perawatan yang cepat, kalau waktu tunggunya lama, pantas saja orang pergi ke luar. Makanya kita akan segera bereskan,” kata Budi pada hari Senin 18 April 2022.

“Ada daerah yang dokter spesialisnya cuma 1 atau 2, ini sangat jauh untuk melayani jumlah populasi di wilayah masing-masing,” imbuhnya.

Baca Juga

Melihat kondisi tersebut, Budi menjamin akan melakukan infrastruktur layanan primer dengan memperluas layanan kesehatan. Selanjutnya, Budi juga akan meningkatkan program romotif preventif, menurunkan angka stunting, dan menekan Angka Kematian Ibu (AKI).

Budi membeberkan, kalau tenaga kesehatan yang tersedia menjadi tantangan khusus untuk dirinya untuk membangun kesehatan di Indonesia. Saat ini, ketersediaan tenaga kesehatan masih sangat kurang.

Menurut standar batas dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), idealnya rasio antara dokter dan masyarakat adalah 1:1000, artinya satu dokter bisa melayani 1000 masyarakat di seluruh Indonesia.

Saat ini, ketersediaan dokter di Indonesia hanya 101.476 dokter, sedangkan populasi masyarakat di Indonesia sekitar 273.984.400 jiwa. Artinya, saat ini Indonesia mengalami kekurangan sekitar 172.508 dokter.

“Dengan tingkat kelulusan dokter sebanyak 12 ribu orang per tahun, setidaknya butuh waktu sekitar 10 tahun untuk memenuhi rasio dokter di Indonesia. Kita harus percepat kerjanya, karena kalau tidak akan semakin banyak masyarakat yang tidak tertolong,” kata Budi.

Budi menambahkan, kalau target penyediaan dokter akan tercapai di 10 tahun mendatang.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.