Kasus Covid Turun, namun Testing Juga Anjlok, Iwan Sumule: Akal-akalan untuk Tutupi Kegagalan

Terkini.id, Jakarta – Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule mengomentari berita bahwa kasus Covid-19 Indonesia turun, namun pemeriksaan (testing) juga turun.

Iwan Sumule mengatakakan bahwa hal ini adalah akal-akalan Pemerintah untuk menutupi kegagalan mereka menangani pandemi Covid-19

“Nah, apa ku bilang, terungkap juga, diakui juga,” katanya melalui akun Twitter KetumProDEMNew pada Senin, 19 Juli 2021.

Baca Juga: Sebut Kepercayaan Rakyat Hilang Akibat Jokowi Kebanyakan Bohong, Iwan Sumule:...

Menurutnya, jumlah kasus Covid-19 turun karena jumlah testing turun atau dikurangi.

Ia bahkan terang-terangan mengatakan bahwa Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Sadikin telah membongkar borok Koordinator PPKM Darurat, Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca Juga: Sebut Ngabalin Tak Tahu Malu, Iwan Sumule: Jadi Penjilat Ko...

“Akal-akalan untuk menutupi kegagalan dan ketidakmampuan tangani Covid-19,” kata Iwan.

“Menkes Budi patut diapresiasi karena berani jujur buka borok Luhut,” tambahnya.

Dilansir dari Kompas, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 44.721 kasus pada Minggu, 18 Juli 2021.

Baca Juga: Sindir Jokowi hingga Luhut, Natalius: Pernah Ngemis ke Saya, setelah...

Kasus Covid-19 itu mengalami penurunan setelah empat hari sebelumnya selalu melewati 50.000 dalam sehari.

Sayangnya, penurunan kasus positif Covid-19 itu juga dibarengi angka testing yang juga menurun. 

Berdasarkan catatan Kompas.com, pemeriksaan spesimen pada Minggu sebanyak 192.918 spesimen Covid-19 dari 138.046 orang.

Jumlah itu mengalami penurun dari empat hari sebelumnya yang jumlah tes bisa melewati 240.000 spesimen. 

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta testing Covid-19 dan pelacakan (tracing) terhadap kontak erat kasus Covid-19 ditingkatkan sebanyak 3 sampai 4 kali lipat.

“Seperti yang juga dilakukan di negara-negara lain, naik tinggi kasusnya, jadi kita bisa mengharapkan dari sekitar ratusan ribu sekarang kita bisa naikan menjadi 400.000-500.000 testing per hari,” kata Budi, pada Kamis, 1 Juli 2021.

Budi menuturkan bahwa peningkatan testing dan tracing iji sesuai dengan panduan dari World Health Organization (WHO).

Diketahui, panduan WHO mengatakan bahwa jika positivity rate di bawah 5 persen, maka rasio tes minimal 1/1.000 per minggu.
 
Kemudian, apabila positivity rate di angka 5-15 persen maka rasio tes minimal 5/1.000 per minggu.

Bagikan