Bukan Upaya Kaleng-kaleng, China Gunakan Nuklir untuk Lawan Nyamuk Loh!

Terkini.id, Beijing – Bukan upaya Kaleng-kaleng, China gunakan nuklir untuk lawan nyamuk loh! Nyamuk, mendengar kata itu kita tentu akan dibuat jengkel lantaran ulahnya. Apalagi, jika sudah menularkan penyakit seperti malaria dan damam berdarah dengue alias DBD.

Pasalnya, nyamuk adalah salah satu serangga penyebar penyakit. Untuk itu, China tampaknya tidak mau setengah-setengah untuk melawan nyamuk.

Media pemerintah China, Global Times via Kumparan.com, Selasa 7 September 2021, melaporkan para peneliti di Nuclear Technology Research and Development Center of the China Atomic Energy Authority (CAEA), telah mengembangkan teknologi nuklir untuk memberantas nyamuk.

Baca Juga: Refly Harun Sebut China Mayoritas Tak Beragama, FH: Dia Seperti...

Teknologi tersebut yang dikenal sebagai nuclear sterile insect technique (SIT), diklaim dapat mengurangi nyamuk sekaligus penyakit mematikan yang disebabkan serangga pengusik tersebut.

Dijelaskan, teknologi nuklir pemberantas nyamuk itu menggunakan radiasi untuk memadamkan kapasitas reproduksi nyamuk jantan. Setelah dilepaskan, nyamuk jantan yang sudah mandul akan kawin dengan betina liar tanpa menghasilkan keturunan.

Baca Juga: Singgung China, Refly Harun: Hati-Hati Mereka Mayoritas Tak Beragama

Temuan peneliti China ini pun telah dipuji International Atomic Energy Agency (IAEA). Pada 2019 lalu, para peneliti juga telah melakukan uji coba di Guangzhou, China. Uji coba tersebut dilakukan dengan dukungan IAEA bekerja sama Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO). Risetnya sendiri telah dipublikasikan di jurnal Nature pada 17 Juli 2019.

“Untuk pertama kalinya, kombinasi nuclear sterile insect technique (SIT) dengan incompatible insect technique (IIT) telah berhasil menekan populasi nyamuk. Ini langkah yang menjanjikan dalam pengendalian nyamuk yang membawa demam berdarah, virus Zika dan banyak penyakit mematikan lainnya,” ungkap IAEA dalam keterangan resminya.

“SIT adalah metode pengendalian hama serangga ramah lingkungan yang melibatkan pemeliharaan massal dan sterilisasi hama target menggunakan radiasi, diikuti pelepasan jantan steril secara sistematis melalui udara di atas area tertentu,” imbuh IAEA.

Baca Juga: Singgung China, Refly Harun: Hati-Hati Mereka Mayoritas Tak Beragama

Menurut direktur CAEA, Wu Zhongdao, penerapan teknologi nuklir pembasmi nyamuk memiliki efektivitas yang kuat dan tahan lama. Teknologi nuklir itu juga diniscayai tidak menghasilkan polusi kimia yang membahayakan hewan lain atau resistensi obat terhadap nyamuk.

Wu mencatat, hal tersebut adalah satu-satunya teknologi biologis modern yang memiliki potensi untuk membasmi nyamuk tertentu di suatu wilayah dan mengendalikan penularan penyakit.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization yang disingkat WHO memperkirakan, penyakit yang dibawa nyamuk membunuh lebih dari 700 ribu orang setiap tahun.

Sumber: https://kumparan.com/kumparansains/tak-main-main-china-pakai-nuklir-untuk-lawan-nyamuk-1wTb26xIgDc/full

Bagikan