Media AS: Ancaman Terbesar Demokrasi Barat Datang dari Dalam, Bukan dari China!

Terkini.id, Beijing – Media AS: Ancaman terbesar demokrasi Barat datang dari dalam, bukan dari China! Belum lama ini, sebuah media massa di Amerika Serikat (AS) secara mengejutkan melaporkan berita mengejutkan terkait ketegangan antara Amerika sebagai poros Barat dan China.

“Menuding China sebagai penyebab demokrasi Barat saat ini berada dalam ancaman, tidak saja salah, tetapi juga berpotensi berbahaya,” demikian ungkap sebuah artikel yang dipublikasikan laman berita Vox.

Seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu 31 Juli 2021, salah satu paham yang dimunculkan pemerintahan Presiden AS Joe Biden adalah narasi AS dan China terkunci dalam konfrontasi ideologis terkait nasib demokrasi.

Baca Juga: China Waspada, Varian Delta Menyerang Munculkan Wabah Baru Corona

Paparan artikel itu, seperti dalam laporan Xinhua, banyak dari kemunduran demokrasi global belakangan ini tidak memiliki kaitan dengan China.

Hal itu ditulis Thomas Carothers dan Frances Brown, dua pakar terkemuka di bidang demokrasi, dalam sebuah esai ‘Urusan Luar Negeri’ baru-baru ini.

Baca Juga: Ade Armando: Lewat Kebijakan PPKM, China Hendak Lumpuhkan Ekonomi Indonesia

“Memfokuskan perhatian untuk melawan China dan Rusia berisiko mengesampingkan kebijakan untuk mengatasi banyak faktor lain yang memicu kemerosotan demokrasi global,” demikian tulis mereka.

Sementara itu, Zack Beauchamp, penulis laporan lain yang diterbitkan pada Rabu 28 Juli 2021, yang juga koresponden ideologi dan politik global di Vox, mengatakan jika menempatkan China sebagai sumber erosi demokrasi di seluruh dunia tidak akan memajukan tujuan demokrasi.

“Demokrasi membusuk dari dalam, bukan dari luar!” tegasnya.

Baca Juga: Ade Armando: Lewat Kebijakan PPKM, China Hendak Lumpuhkan Ekonomi Indonesia

Menurut Beauchamp dalam laporannya, di negara-negara tempat demokrasi benar-benar terancam, partai-partai sayap kanan jauh memanfaatkan perpecahan etnis-religius dan ketidakpercayaan publik terhadap lembaga politik guna memenangkan pemilihan umum.

Bagikan