Terkini.id, Jakarta – Seorang wiraswasta, Agustinus Edy Kristianto mencoba menguji program kartu Prakerja Presiden Jokowi degan melakukan pendaftaran di situs resmi Prakerja.
Agustinus mendaftar dan mengisi berbagai kolom dalam form di website kartu prakerja. Termasuk melampirkan foto dan KTP. Hasilnya, dia dinyatakan berhak mendapat program prakerja yang berupa duit Rp 2,5 juta untuk membeli program pelatihan secara online.
Padahal, Agustinus adalah warga berpenghasilan. Lewat media sosialnya, Agustinus mengungkapkan dirinya adalah wiraswasta, bahkan menjadi direksi dan komisaris di beberapa perusahaan.
“Kalau cek data Kemenkumham, saya tercatat sebagai direksi/komisaris dan pemegang saham beberapa perusahaan,” tulisnya lewat media sosial, Rabu 29 April 2020.
Seperti diketahui, program Prakerja merupakan program yang digalakkan Presiden Jokowi dengan memberikan pelatihan kepada para pekerja. Selain fasilitas pelatihan, pekerja juga mendapat intensif.
- Beredar Seruan Aksi Dukungan untuk JK,KALLA Minta Semua Pihak Menahan Diri
- Gelar Aksi Ujuk Rasa, NasDem Sulsel Tolak Narasi Pemberitaan yang Dinilai Menyesatkan
- Macawa Fest 2026 Tawarkan Pengalaman Event Berstandar Global
- Syuting di Makassar, "Akal Imitasi" Tampilkan Kritik terhadap Teknologi Pendidikan
- Santomo Hadirkan Layanan GoMolis, Solusi Motor Listrik untuk Ojol di Makassar dan Surabaya
Di tengah wabah covid, program kartu prakerja tersebut difokuskan kepada para pekerja yang terdampak resesi ekonomi. Ada sekitar Rp 5,6 triliun anggaran negara yang disalurkan untuk membayar sejumlah aplikasi pelatihan, salah satunya ruangguru. Tentu lewat pekerja yang lolos mendapat kartu.

Namun, netizen ramai-ramai mengkritik program tersebut karena dinilai pemborosan anggaran negara lantaran program program pelatihannya tidak jauh beda dengan berbagai tutorial yang ditayangkan secara gratis di youtube. Program tersebut juga dinilai ajang bagi-bagi duit ke sejumlah aplikator yang dipegang perusahaan besar, dengan modus dananya dititipkan dulu ke pekerja.
Agustinus pun membuktikan ada yang tidak beres dalam program tersebut.
“Perlu bukti apa lagi, betapa kacaunya program ini. Salah hulu ke hilir. Salam 5,6 Triliun,” terang dia.
Agustinus yang melampirkan bukti lolos Prakerja menyampaikan, apa yang dia lakukan itu merupakan riset partisipatif untuk melakukan pembuktian.
Selengkapnya, berikut postingan Agustinus di media sosialnya:
Misi saya ‘berhasil’.
Saya dapat SMS: Selamat! Kamu dapat Kartu Prakerja.
Lucu ini.
Padahal saya isi yang sesuai kenyataan, status pekerjaan sebagai wiraswasta.
Saya isi juga keterangan tidak PHK.
Tapi, tes kemampuan dasar memang saya isi serius supaya benar semua.
Foto KTP dan selfie bersama KTP, saya buat sebagus dan serapi mungkin.
Saat tes pernyataan minat, saya isi ‘ekstrem’ yang menunjukkan saya pribadi yang serius dan memang berhasrat untuk belajar.
Kira-kira begitu.
Mantap. Saya dapat Kartu Prakerja dan diminta gunakan saldo untuk MEMBELI PELATIHAN.
Tuh lihat bahasanya: MEMBELI!
Berarti terbukti tidak beres sistem pemilihan pesertanya juga.
Saya bukan 18-25 tahun sesuai sasaran Prakerja. Saya bukan korban PHK. Saya wiraswasta.
Kalau cek data Kemenkumham, saya tercatat sebagai direksi/komisaris dan pemegang saham beberapa perusahaan.
Kok bisa dapat?
Geli juga.
Sayangnya, ketika saya buka dashboard Prakerja.go.id, website-nya lagi down.
Perlu bukti apa lagi, betapa kacaunya program ini.
Salah hulu ke hilir.
Salam 5,6 Triliun.
NB: Setelah saya siarkan status ini, mohon Manajemen Pelaksana jangan mencoret kepesertaan saya. Mau saya pakai untuk riset partisipatif. Buat pembuktian.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
