Terkini.id – Khoirul Anam yang merupakan seorang penulis menerbitkan buku berjudul “Muhammad Adnan Arsal, Panglima Damai Poso”. Buku tersebut diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia pada Juni 2021.
Buku berjudul Muhammad Adnan Arsal, Panglima Damai Poso telah dipasarkan di Gramedia se-Indonesia. Bahkan diklaim buku paling laris.
Khoirul Anam saat menggelar konferensi pers di Makassar, Selasa 8 Februari 2022, mengungkapkan bahwa buku tersebut menceritakan upaya Panglima Pasukan Muslim Poso, Muhammad Adnan Arsal untuk mendamaikan kedua pihak yang sedang konflik.
“Haji Arsal (Muhammad Adnan Arsal) yang merupakan tokoh perdamaian di Poso,” kata Khoirul.
Buku ini diterbitkan sebagai bentuk inspirasi bagi seluruh masyarakat bahwa segala persoalan termasuk konflik dapat diselesaikan dengan berdialog.
“Buku ini menjadi inspirasi kita semua, karena setelah puluhan tahun, sampai sekarang Indonesia masih mengalami konflik, terutama konflik yang mengatasnamakan agama. Berdasarkan pengalaman masyarakat Poso bagaimanapun konflik itu jangan dibiarkan begitu saja. Tapi tokoh-tokoh penting membawa masyarakat untuk berdialog,” ucapnya.
Sementara itu, Muhammad Adnan Aras mengungkapkan, tujuan datang ke Makassar, agar menyampaikan ke masyarakat tentang konflik Poso. Bahwa masyarakat di sana telah hidup damai dan berdampingan.
“Konflik itu sudah kami selesaikan dengan berbagai pertemuan dan dialog. Sehingga antara Islam dan Kristen sudah hidup dengan damai dan sejahtera,” paparnya.
Haji Aras menambahkan, masyarakat Poso sangat memahami bagaimana konflik itu terjadi antar kedua kubu. Kemudian dengan bertemunya kedua kubu itu, ada pesan-pesan yang harus disampaikan ke masyarakat agar konflik jangan dipelihara.
“Konflik yang terjadi sekarang di Poso, sudah berbeda. Kalau dulu, konflik yang terjadi antar anak muda saat kita mau mediasi. Tetapi jangan sampai konflik ini sebagai kegiatan yang bisa dilakukan di mana saja. Harus ada upaya yang bisa melihat bagaimana keadaan anak-anak muda kita.
Yang penting sekarang, kita harus tajam melihat siapa yang berkonflik. Kemudian kita panggil dan mediasi apa maunya. Jadi sejak awal kita lakukan mediasi agar tidak muncul isu-isu lain. Mata kita harus tajam melihat siapa yang konflik. Karena kalau kita biarkan, kasihan kita punya generasi penerus di Poso,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
