Bulukumba Tahun 2100

Bulukumba Tahun 2100

EP
Andika Mappasomba
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

BULUKUMBA tahun dua ribu seratus. Begitulah tema pembicaraan saya dengan seorang kawan di sebuah rumah sewa, beberapa malam silam menjelang tidur. 

Entah bagaimana awalnya, saya lupa, kenapa tema itu tiba-tiba saja muncul di malam itu.

Menurut kawanku, Bulukumba 90 tahun ke depan pasti akan banyak berubah. Kota ini akan meluas. 

Sambil berimajinasi, dia mengatakan bahwa dari arah Makassar, tepatnya di gerbang kota Bulukumba, di tempat tersebut akan terbangun dua buah tugu dari beton dan besi yang berbentuk perahu Pinisi. 

Warnanya putih dan bergaris hijau. Tugu tersebut menjadi penanda yang tegas bahwa kota ini adalah “Butta Panrita Lopi”, Kota yang menjadi muasal perahu Pinisi di negeri ini. 

Baca Juga

Hanya saja, sejak 80 tahun belakangan, tak ada lagi perahu Pinisi yang dibuat di sini. Kini, semua perahu terbuat dari fiber dan besi dan bahkan lebih modern lagi. Sebab dilengkapi dengan berbagai macam perangkat teknologi. 

Satu kilometer dari gerbang kota, kita akan menemukan Sungai Bialo yang dibelah oleh Jembatan Teko. 

Sungai Bialo telah lama dikeruk. Sehingga airnya tak lagi pernah dangkal. Bahkan, sejak dikeruk perahu dari muara, bisa berlayar masuk hingga ke Barabba. 

Tanggul di sisi sungai juga penuh bunga-bunga dan tembok-tembok yang dibuat khusus dan menjadi tempat wisata paling indah di Sulawesi Selatan. 

Pada salah satu sisi jembatan itu terdapat sebuah prasasti bertuliskan, JEMBATAN TEKO dibangun tahun 2096, atas bantuan sukarela (BUKAN APBD) H. A. Abdul Karim SS.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.