Terkini.id, Jakarta – Mantan Politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengaku tak terima apabila Proklamator RI Bung Karno dituding tukang penjarakan ulama.
Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Rabu 21 April 2021, menyampaikan penilaiannya terkait tudingan yang menyebut Bung Karno tukang penjarakan ulama.
Menurutnya, istilah tukang penjarakan ulama bermakna bahwa pelaku memenjarakan banyak ulama meski dengan atau tanpa kesalahan.
“Kalimat : ‘Tukang penjara Ulama’ ini menurut saya bermakna bahwa pelaku memenjarakan banyak ulama meski dgn atau tanpa kesalahan,” cuit Ferdinand Hutahaean.
Akan tetapi, kata Ferdinand, apabila ulama yang dimaksud hanya satu atau dua orang maka menurutnya hal itu tidak bisa diistilahkan tukang penjarakan ulama.
- DPD PDI Perjuangan Sulsel dan Ratusan Anak Panti Asuhan Gelar Zikir dan Tahlilan dalam Rangka Haul Bung Karno ke-55 Tahun
- Ir. Soekarno di Mata Dunia, Sosok Presiden Karismatik
- 2 Ucapan Sakti Soekarno yang Terbukti Kebenarannya
- Jawab Sindiran Terkait Dua Kali Kegagalan di Pilpres, Prabowo Subianto: Bagi Pejuang Jatuh Itu Biasa
- Cholie Grace Sebut Bung Karno Bapak Komunis Indonesia: Manusia Paling Licik Sepanjang Sejarah
“Kalau hanya 1 atau 2, menurutku belum bisa disebut Tukang penjara,” ujar Ferdinand Hutahaean.
Maka dari itu, Ferdinand dengan tegas menilai pihak yang menuding Bung Karno sebagai tukang penjarakan ulama harus dihukum lantaran telah melontarkan fitnah.
“Maka yang menuduh Soekarno sebagai TUKANG PENJARA ULAMA menurutku adalah FITNAH dan harus dihukum,” tegasnya.
Diketahui, pihak yang menuding Bung Karno tukang penjarakan ulama tak lain adalah Sekjen HRS Center Haikal Hassan.
Haikal Hassan lewat video ceramahnya yang sempat viral di media sosial menyebut Soekarno sebagai tukang penjarakan ulama.
Dalam video itu, awalnya Haikal Hassan menceritakan soal Ijtimak Ulama yang diselenggarakan pada 11 September 1957 di Palembang.
Haikal menyebut bahwa Ijtimak Ulama itu dipimpin oleh KH Isa Anshari dan dihadiri beberapa peserta ternama seperti Buya Hamka, Kahar Muzakkar, dan lain-lain.
“Tahu apa yang terjadi di Jakarta? Tahu? Bung Karno bersama PNI-nya dan PKI-nya dan NASAKOM-nya, ngata-ngatain ulama yang sedang rapat dan sedang mukhtamar. Mereka menuduh, ulama yang sedang rapat itu, yang sedang mukhtamar itu sebagai amoral, kata Bung Karno,” kata Haikal Hassan dengan nada tinggi.
Haikal Hassan pun lantas menyebut bahwa Bung Karno adalah tukang penjarakan ulama.
“Bung Karno kan Proklamator? Iye! Bung Karno berjasa? Gua tau! Bung Karno hebat? Setuju. Tapi jangan lupa, Bung Karno tukang penjarain para ulama, bersama NASAKOM-nya,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
