Terkini.id, Jakarta – Penolakan wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode gencar disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat terutama mahasiswa melalui aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI yang pada Senin, 11 April lalu melangsungkan unjuk rasa di depan parlemen DPR/MPR.
Namun aksi itu sempat diwarnai upaya penggembosan. Kaharuddin, Koordinator Pusat BEM SI mengungkapkan dirinya sempat mengalami beberapa teror.
Ia mengaku, kadang dibuntuti orang tak dikenal saat melakukan seruan konsolidasi di Jakarta untuk demo 11 April tersebut. Bahkan Kaharuddin juga pernah ditelepon nomor asing.
Saat ini namanya kian mnejadi perbincangan usai menghadiri sebuah acara di stasiun televisi yang dipandu oleh Hotman Paris hingga Tagar BEM SI trending.
Hal ini bermula dari sebuah penggalan video Kaharuddin sedang menyampaikan argumen yang dinilai kurang tepat. Dalam videonya, Kaharuddin menyebutkan bahwa pada era orde baru, masyarakat Indonesia memperoleh kebebasan dan kesejahteraan.
- Aksi Demo BBM Marak di Jakarta, Irjen Fadil: Jangan Sampai Ganggu Hak Pengguna Jalan Lain
- Tolak Partai Mahasiswa, Perwakilan BEM SI: Menyalahi Kodrat, Gerakan Mahasiswa Harus Tetap Lurus
- Skakmat Ketua BEM SI, Teddy Gusnaidi: Anda Tak Punya Ilmu
- BEM SI Tegaskan Esok 21 April 2022 Menjadi Seruan Aksi Nasional
- Ketua BEM SI Menilai Bahwa Orde Baru Memberikan Kebebasan dan Kesejahteraan Dibandingkan Masa Reformasi
“Terkait dengan itu, bagaimana hari ini tentang kesejahteraan. Contoh misalkan di orde lama, kita peroleh yang namanya kebebasan dan kesejahteraan? Tidak. Orde baru kita peroleh yang namanya kebebasan, kesejahteraan kita punya. Hari ini yang ingin kita tanyakan adalah apakah kita peroleh kesejahteraan? Apakah kita peroleh kebebasan?,” ujar Kaharuddin dalam argumentasinya tersebut.
Ucapan Kaharuddin seketika ditentang dan diralat langsung oleh anggota komisi XI DPR RI / F-PDIP, Masinton Pasaribu, yang juga ikut serta dalam acara tersebut.
Masinton menyebut bahwa pada masa orde baru, tidak ada yang namanya kebebasan, dan kesejahteraan, fakta yang ada pada masa orde baru justru kesejahteraan masyarakat tidaklah merata.
Adanya kesalahan pengucapan dari ketua BEM SI tersebut mengundang komentar warganet. Banyak warganet yang menilai bahwa ketua BEM SI ini belum menguasai substansi apa yang sedang diperdebatkan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
