Terkini.id, Jakarta – Komisi Hukum DPR RI menemui warga yang bersengketa dengan PT Sentul City pada Kamis, 17 Maret 2022.
Dalam pertemuan tersebut, mereka menyatakan akan membentuk Pansus Mafia Tanah untuk mengatasi sengketa lahan antara PT Sentul City, Tbk dengan warga Bojong Koneng dan Cijayanti.
PT Sentul City Tbk mendukung rencana DPR RI membentuk panitia khusus (Pansus) mafia tanah karena dinilai akan menguak kondisi pertanahan di Desa Bojong Koneng dan Cijayanti, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ia meyakini bahwa persoalan yang dianggap sebagai sengketa lahan akan terkuak jika Pansus Mafia Tanah tersebut nanti berjalan.
Head of Corporate Communication Sentul City, David Rizar Nugroho menyebutkan PT Sentul City Tbk saat ini sedang merealisasikan program “Kampung Hijau” bersama Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Tim Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah (IP4P).
Perusahaan mengatakan dari tim IP4P diperoleh data 913 kepala keluarga warga asli Desa Bojong Koneng dan Cijayanti yang tinggal di lahannya. Ratusan kepala keluarga ini akan mendapatkan tanah dari perusahaan hingga terbit sertifikat hak milik.
“Bagi warga yang direlokasi akan kami berikan dana kerohiman untuk membangun di lokasi baru. Program ini diawasi aparat penegak hukum yang berada di dalam Tim IP4P,” kata David.
Namun kedatangan rombongan Komisi lll DPR RI ke Desa Bojong Koneng pada Kamis kemarin berbuntut panjang.
Ratusan warga Desa Bojong Koneng Babakan Madang Kabupaten Bogor ramai-ramai mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Bogor Jalan Tegar Beriman Cibinong.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk ungkapan ekecewaan mereka terhadap rencana di atas.
Acep menegaskan warga Desa Bojong Koneng kecewa dengan kunjungan tersebut karena tidak memberikan kesempatan warga asli bersuara.
“Saya sempat datang dengan rekan-rekan akan tetapi tidak diberikan waktu karena itu sekarang kami datang dengan spontanitas ke DPRD untuk menyampaikan secara langsung,” ucapnya.
“Kemarin itu kami seolah-olah tidak disapa, secara langsung masyarakat kecil itu kecewa yang disapa itu hanya segelintir orang dan petani petani berdasi sedangkan petani asli tidak,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
