Bupati Bulukumba Bersama dengan Beberapa Kepala Daerah Hadiri Rakor Persiapan Pilkada

Bupati Bulukumba Bersama dengan Beberapa Kepala Daerah Hadiri Rakor Persiapan Pilkada

Terkini.id, Makassar – Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bersama dengan Kepala Daerah yang akan melaksanakan Pilkada pada Desember 2020 mendatang.

Rapat Koordinasi ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, di ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu, 8 Juli 2020.

Tito Karnavian mengatakan, kehadirannya dalam rangka tugas pokoknya yaitu melakukan pembinaan dan pengawasan pemerintahan daerah.

“Kita punya agenda besar, yaitu Pilkada dan ini amanat Undang-undang,” kata Tito.

Ia menjelaskan, Pilkada serentak itu sedianya dilaksanakan bulan September tahun 2020. Dari tahun 2019 sudah dilaksanakan tahapan awal, total 15 tahap hingga selesai.

Menarik untuk Anda:

Awalnya dimulai tahun 2019, dilakukan perencanaan telah sampai lima tahapan, di bulan Maret Indonesia mengalami pandemi Covid-19.

“KPU kemudian menghentikan tahap ke lima. Tahap ke lima ini sudah mulai terjadi kontak sosial, kontak fisik dan pelantikan ad-hock,” terang Tito.

Selain itu, Tito menjabarkan beberapa pelaksanaan pemilihan di berbagai dunia. Korea Selatan misalnya.

Walaupun sebagai negara kedua terkena pandemi Covid-19 setelah Cina, Negara ini mampu melaksanakan tahapan secara on schedule walaupun pada masa puncak pandemi mereka di bulan April.

Protokol kesehatan negara ini yang akan diadopsi.

“Banyak negara yang melakukan on schedule, ada negara yang menunda bulan. Hanya ada dua negara yang melakukan penundaan yaitu Paraguay dan Inggris,” ungkapnya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, dalam laporannya menyampaikan, telah hadir 12 kepala daerah, kecuali Kepulauan Selayar sebab terganggu persoalan cuaca dan penerbangan belum beroperasi.

“Soal anggaran sudah tidak ada masalah. Pemprov Sulsel juga membackup KPU termasuk menyediakan APD dan rapid test,” kata Nurdin Abdullah.

Dari 12 kabupaten kota, ia kemudian mengumpulkan kepala daerah menyatukan pandang untuk memutus mata rantai Covid-19. Termasuk gerakan dalam menjaga wilayah masing-masing.

“Jika Makassar selesai Covid-19, maka 80 persen permasalahan Covid-19 selesai. Sebab Makassar merupakan episentrum penyebaran,” bebernya.

Pilkada diharapkan bisa terselenggara dengan baik, dengan setiap tahapan protokol dilaksanakan dengan ketat. Termasuk edukasi menggunakan masker dan penggunaan handsanitizer.

“Sulsel kami harapkan penyelenggaraan Pilkada aman dan damai. Kami baru saja mendapatkan hasil pemetaan 12 kabupaten/kota, masih ada dua kabupaten kota yang terkategori tinggi, sembilan sedang dan satu hijau,” ujarnya.

Sedangkan, Ketua KPU Sulsel, Faizal Amir, menyebutkan, Pilkada serentak dilaksanakan 9 Desember 2020, dan semua tahap berpotensi berpindah.

“Secara umum penyiapan sumber daya manusia dan anggaran sudah siap, walau berbagai kendala teknis dihadapi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Sulsel, Asri Yusuf, menyatakan, pihaknya sudah siap melaksanakan pengawasan berbagai tahapan Pilkada, khususnya dalam masa pandemi Covid-19.

Bawaslu akan berusaha meminimalisir pelanggaran yang dapat terjadi. Baik dalam hal administrasi, maupun tahapan dalam masa pandemi.

“Memastikan ketepatan prosedur, cara dan waktu, khususnya tahapan. Dan termasuk dalam hal kita melakukan verifikasi faktual,” ujarnya.

Usai pelaksanaan Rakor Persiapan Pilkada, Mendagri Tito Karnavian melanjutkan pertemuan dengan delapan kepala daerah, termasuk Bupati Bulukumba di Balai Prajurit Jenderal M. Yusuf Makassar.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh para Kepala Dinas Kabupaten/Kota, Tito Karnavian memberikan pengarahan terkait percepatan penanganan Covid-19.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kunker ke Bulukumba, Pulang Kapolda Sulsel Bawa Miniatur Pinisi Butta Panrita Lopi

Peringati Sumpah Pemuda, Karang Taruna Bina Bangsa Desa Anrang Gelar Dialog Kepemudaan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar