Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kabupaten Polman terus mendapat sorotan dari sejumlah pihak setelah sebelumnya menolak mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang sementara melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah tersebut.
Mantan ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat (Korkom) Universitas Negeri Makassar, (UNM) M. Jefry Samiarto menyayangkan sikap yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Polman.
“Sangat disayangkan Bupati mengambil langkah yang demikian,” jelas Wakil Bendahara KNPI Sulsel itu.
Lebih lanjut, dirinya heran dan menilai kebijakan menolak mahasiswa UNM melakukan KKN di Polman tidak masuk akal dengan alasan Covid-19.
“Alasannya tidak masuk akal, karena cuman perguruan tinggi Universitas Negeri Makassar yang ditolak. Perguruan tinggi yang lain tetap bisa melaksanakan KKN. Memangnya mahasiswa UNM itu penyebar virus Covid-19?,” tanya Jefry.
- Mahasiswa KKN UNM Gelar Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru di SMPN 2 Pangkajene
- Lepas Mahasiswa KKN, Rektor UNM Hadirkan Sejumlah Skema KKN Pasca Bencana
- Founder Komunitas Sahabat Menulis Bahagia Astriyanti Berbagi Tips Raih Beasiswa dan Berprestasi
- KKN UNM Sinjai Bagikan Masker Kepada Pengguna Jalan di Bulupoddo
- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai Harap Mahasiswa KKN UNM Bisa Optimal
Jefry juga menyebutkan Pemerintah kabupaten Polman harusnya menyambut baik program KKN karena memberikan kontribusi di masyarakat.
“Mahasiswa KKN itu merupakan generasi bangsa, mereka belajar berbaur dan mengakselerasi potensi nya di masyarakat agar kedepan punya kualitas, menolak mahasiswa ber KKN sama saja menolak lahirnya generasi punya kualitas,” tambah Jefry.
Terakhir, mahasiswa Magister Administrasi Publik tersebut berharap agar masalah ini segera diselesaikan dan berharap agar tidak terjadi lagi hal demikian.
(*)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
