Terkini.id, Jakarta – Cacar Monyet (monkeypox) dikabarkan akan menjadi pandemi yang perlu diawasi oleh tiap negara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan kabar tersebut namun belum dapat memastikan secara pasti karena masih bersifat kemungkinan.
Lembaga PBB sampai detik ini sedang mempertimbangkan apakah wabah tersebut harus diwaspadai
dan dianggap sebagai ‘darurat kesehatan masyarakat yang berpotensi menjadi perhatian internasional (PHEIC) ‘.
Deklarasi, yang telah dilakukan untuk Covid-19 dan Ebola, akan membantu mempercepat penelitian dan pendanaan mengatasi penyakit tersebut
“Kami tidak tahu tapi kami rasa tidak,” tegas Pimpinan Teknis Cacar Monyet Program Darurat Kesehatan WHO, Rosamund Lewis, saat ditanya apakah penyakit ini bisa menjadi pandemi pada Senin, 30 Mei 2022 setempat, sebagaimana dimuat Reuters.
- 2 Warga Terbukti Negatif, Wali Kota Makassar Tegaskan Tak Ada Cacar Monyet
- Cacar Monyet Sudah Masuk di Indonesia, Begini Pesan Presiden Jokowi
- Cacar Monyet Masuk Makassar, Dinkes Sulsel: Belum Terkonfirmasi
- Soal Cacar Monyet, Menkes Pastikan Penularannya Tidak Akan Setinggi Covid-19
- Darurat Kesehatan Global, Ikatan Dokter Indonesia Bentuk Satgas Cacar Monyet
“Saat ini, kami tidak khawatir dengan pandemi global,” tambahnya. Dilansir dari cnbcindonesia.com.
Sampai detik ini, kasur cacar monyet yang ditemui mencapai 300 pasien yang terkonfirmasi dan dicurigai.
Rata-rata wabah ini terjadi di Eropa, Amerika Utara dan Australia.
Bahkan beberapa negara sudah menganggap penyakit ini menjadi endemi seperti Afrika Tengah dan Barat
sedangkan beberapa negara mulai menganjurkan pemberian vaksin carar intuì.
Cacar monyet adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus bagian dari keluarga yang sama dengan cacar
meskipun biasanya tidak terlalu parah. Virus pertama kali terdeteksi pada monyet penangkaran pada tahun 1958.
Kasus manusia pertama tercatat pada tahun 1970. Penyakit ini sebenarnya menghilang empat dekade, sampai muncul lagi di 2017.
Cacar monyet menyebar ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan orang lain, hewan atau bahan yang terinfeksi.
Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang rusak, saluran pernafasan atau melalui mata, hidung serta mulut.
Penularan dari manusia ke manusia paling sering terjadi melalui tetesan pernapasan, meskipun biasanya membutuhkan kontak tatap muka yang lama.
Sementara itu, penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran.
Gejala awal cacar monyet antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, bengkak, dan nyeri punggung.
Pasien biasanya mengalami ruam satu sampai tiga hari setelah munculnya demam, sering dimulai pada wajah dan menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti telapak tangan dan telapak kaki.
Ruam, yang dapat menyebabkan gatal parah, kemudian melewati beberapa tahap sebelum legiun berkeropeng dan rontok.
Infeksi biasanya berlangsung dua sampai empat minggu dan biasanya hilang dengan sendirinya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
