Terkini.id, Jakarta – Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Ishfah Abidal Aziz merespon ungkapan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyebut Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf tidak mempunyai pengaruh di partainya.
Ishfah pun menilai bahwa Cak sebagai sosok yang arogan dengan memberikan klaim tersebut.
“Saya terus terang merasa heran, kaget dengan Ketum PKB tiba-tiba kehilangan akhlak komunikasi,” ujar Ishfah dikutip CNN Indonesia, Senin 2 Mei 2022.
“Kita melihat ada arogansi Muhaimin sebagai Ketum PKB dalam pernyataan tersebut, justru ini sangat tidak baik,” imbuh pria yang akrab disapa Alex ini.
Stafsus Menteri Agama tersebut menilai, pernyataan Cak Imin tersebut mengabaikan peran PBNU dalam perkembangan politik PKB. Ia menjelaskan, lumbung suara paling besar untuk PKB merupakan warga NU.
- IAS Ikut Pembekalan Bakal Calon Gubernur Sulsel di PKB, Terima Arahan Cak Imin
- Bertemu Cak Imin, Andi Kartini Ottong: Langkah Membangun Koalisi Partai Golkar dan PKB
- Cak Imin Beberkan Tiga Syarat untuk Mendapatkan Rekomendasi Usungan PKB di Pilkada 2024
- Didatangi Prabowo, Cak Imin Ngaku Ingin Bekerja Sama, Sinyal Gabung Pemerintah?
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
Bahkan, menurut Ishfah, timbal balik yang diberikan oleh PKB kepada PBNU tidak sama atau sebanding sama sekali.
“Selama ini NU memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap perolehan suara PKB, dan itu sangat tidak sebanding dengan apa yang didarmabaktikan PKB ke NU. Sangat tidak sebanding,” ujar Alex.
Ia mengatakan, seharusnya PKB memperbaiki relasi atau hubungan dengan PBNU. Selain itu, seharusnya PKB memberikan usaha-usaha pendekatan politik demi merawat komunikasi PKB.
“Membangun dan merawat komunikasi, itu harusnya dilakukan oleh partai politik. Bukan justru memunculkan arogansi yang sesungguhnya tidak bermanfaat untuk PKB,” jelas dia.
Selain itu, lanjut Alex, pernyataan Cak Imin adalah bukti kepanikan serta ketakutan yang berlebihan. Takut jika partainya ditinggalkan NU yang merupakan basis pemilihnya.
“Kita melihat kekhawatiran berlebihan, kepanikan berlebih yang dirasakan Cak Imin yang khawatir NU lari dari PKB, meninggalkan PKB. Enggak seperti itu caranya,” tegas dia.
“Yang seharusnya dilakukan PKB adalah evaluasi dan refleksi apa yang sudah dilakukan terhadap NU, dibanding apa yang diberikan NU ke PKB. Jauh enggak ada apa-apanya,” sambung Alex.
Dirinya pun menyebut bahwa Cak Imin bertindak seperti itu karena menjabat Ketua Umum partai. Seperti diketahui, Cak Imin pertama kali terpilih sebagai ketua umum dalam Muktamar II PKB di Semarang, Jawa Tengah pada 2005 silam.
“Cak Imin terlalu baper, terlalu panik, gampang panik. Biasa lah itu Ketua Umum kalau sudah terlalu lama, jadi baperan, gampang panik, takut kehilangan kekuasaan,” tutup Alex.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
