Terkini.id, Jakarta – Budayawan Emha Ainun Nadjib atau yang biasa disebut Cak Nun menanggapi wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat Presiden tiga periode mendapat tanggapan dari budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun.
Cak Nun menilai bahwa jika Jokowi dipandang dan disepakati oleh masyarakat menjadi presiden, maka jangankan tiga periode, Jokowi bisa menjabat lima periode bahkan seumur hidup.
“Kalau memang itu dinilai dan disepakati itu yang terbaik ,jangan hanya tiga periode, lima periode. ya seumur hidup,” ujar Cak Nun dikutip dari Suara.com, Kamis, 25 Maret 2021.
Tak hanya itu, Cak Nun berpendapat bahwa jika Indonesia ingin menerapkan sistem seperti negara Swiss yang di mana presidennya digilir setiap tahun pun tidak masalah.
“Kalau mau seperti Swiss, punya lima presiden yang digilir setiap tahun. itu juga tidak buruk,” katanya.
- Bela Bamsoet, Jokowi Center Minta Masa Jabatan Presiden Jokowi Ditambah Dua Tahun
- Soal Jokowi 3 Periode, Eks Panglima TNI Sebut Ada yang Ingin Jatuhkan Presiden
- Ketua ProDEM: Presiden Tak Perlu Ragu dan Segera Deklarasikan Jokowi 3 Periode
- Denny Siregar Sebut Jokowi Cocoknya Jadi Sekjen PBB Bukan Presiden Lagi, Netizen: Benerin Dulu Bahasa Internasionalnya
- Jokowi 3 Periode Kembali Bergaung, Teddy Gusnaidi: Sama Seperti Pertandingan WWE
Sebelumnya, Jokowi sempat mengatakan bahwa jangan menjerumuskan atau menjilat-jilat dirinya dengan wacana tiga periode.
Cak Nun melihat hal tersebut sebagai sebuah kewaspadaan dari Jokowi.
“Anda harus cerdas orang sekualitas Pak Jokowi mana bisa dijerumuskan, orang yang kepribadiannya matang seperti pak Jokowi ga mungkin dijilat-jilat,” papar Cak Nun.
Kemudian Cak Nun ditanyai oleh salah seorang pria dalam video tersebut.
“Jadi simbah setuju Jokowi 3 periode atau seumur hidup?” tanya pria itu.
“Lah yang nanya ini siapa. Indonesia tak pernah tanya sama saya kok. Kalo yang nanya Indonesia bisa saya jawab, tapi kalo anda, kamu, anak-anakkku yang nanya, laa emang jawaban ku akan berakibat apa?,” jawab Cak Nun.
Menurut Cak Nun tak memiliki kekuasaan sehingga jawabannya bisa diambil menjadi pertimbangan Indonesia.
“Kan juga tidak didengarkan siapapun juga. Jadi tidak penting saya setuju tidak setuju Jokowi 5 periode, 3 periode. seumur hidup. Yang penting Jokowi dan rakyat Indonesia. Saya kan bukan bagian signifikan disitu,” terangnya panjang lebar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
