Diperiksa Polisi, Pemilik Akun yang Hina Jokowi The New Firaun Minta Maaf

Jokowi
Unggahan akun Facebook Aida Konveksi yang menghina Presiden Jokowi The New Firaun. (Foto: suara)

Terkini.id, Jakarta – Jagat media sosial sempat dibuat heboh oleh kemunculan akun seorang pengusaha asal Blitar yang menghina Presiden terpilih RI Jokowi. Akun tersebut menyebut Jokowi sebagai “The New Firaun”.

Lewat media sosial Facebook, akun pengusaha bernama Aida Konveksi tersebut mengunggah sebuah foto Jokowi seperti Mumi Firaun.

Belakangan diketahui pemilik akun tersebut bernama Ida Fitri. Ia pun tengah diperiksa oleh polisi. Usai pemeriksaan, warga Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar ini lebih ramah menghadapi awak media.

Kepada awak media, Ida Fitri mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Wanita berusia 44 tahun ini mengatakan postingannya sama sekali tidak bermaksud menghina kepala negara.

Saat menjalani pemeriksaan Satreskrim Polresta Blitar, dirinya didampingi oleh kuasa hukumnya.

“Iyalah, saya minta maaf sedalam-dalamnya. Sebanyak-banyaknya kepada semuanya. Ini bisa juga sebagai pembelajaran bagi semuanya,” kata Ida fitri, dikutip dari Detik, Sabtu 6 Juli 2019.

Ida enggan menjawab pertanyaan terkait alasannya mengirim gambar mumi berwajah Jokowi

Jokowi
Ida Fitri seusai menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polresta Blitar. (Foto: detik)

Saat ditanyakan terkait alasannya mengirimkan gambar mumi dengan wajah mirip Presiden Jokowi itu ke beranda medsosnya, Ida enggan menjawab.

“Kalau masalah itu, saya ndak mau komen ya. Silahkan tanya ke pengacara saya. Yang jelas, saya benar-benar minta maaf,” ujarnya.

Saat awak media menanyakan apakah memang ada niat dirinya untuk menghina Jokowi, Ida menjawab tidak.

“Ooooo ndak mungkinlah. Ndak mungkin ya,” jawabnya sambil tersenyum.

Ia pun mengaku akan koorperatif dalam proses pemeriksaan kasusnya ini. Dirinya akan mengikuti alur dan prosedur hukum dalam penanganan kasusnya.

Saat ini kasus postingan akun Aida Konveksi naik ke tahap penyidikan. Polisi sudah meminta keterangan dari beberapa saksi, saksi ahli dan telah memegang barang bukti.

Berita Terkait
Komentar
Terkini