Calon Ketua Golkar Enrekang dan Lutim Butuh Diskresi

Terkini.id – Musda DPD II Golkar Enrekang dan Luwu Timur (Lutim) segera terlaksana. Bersasarkan jadwal yang telah disetujui, Musda Golkar Enrekang digelar Senin, 20 September. Sementara Golkar Lutim Selasa 21 September. 

Plt Golkar Lutim, Marzuki Wadeng mengatakan, dari dari lima bakal calon yang mendaftar hanya dua figur yang mengembalikan formulir. Kedua bakal calon itu adalah Mahading dan Aripin.

“Keduanya butuh diskresi. Karena status kepengurusan Mahading dan Aripin belum sampai lima tahun,” katanya.

Baca Juga: Taufan Pawe dan Petinggi Golkar Sulsel Ikuti Kuliah Umum Golkar...

Sekretaris Golkar Sulsel ini menjelaskan, sesuai dengan peraturan organisasi (PO) partai Golkar tentang masa aktif kepengurusan minimal 5 tahun bagi calon ketua. Soal diskresi, dirinya menyebutkan telah diurus oleh Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe.

“Pak ketua (Taufan Pawe) kemarin ke Jakarta untuk urus diskresinya,” ungkapnya.

Baca Juga: Mayoritas Kader Golkar Mengingkan NH Kembali Maju di Pilgub Sulsel,...

Sementara Plt Golkar Enrekang Asmara Cawidu mengatakan, ada empat kandidat yang akan bersaing untuk memperebutkan kursi 01 Golkar Enrekang. 

Keempat kandidat tersebut diantaranya petahana H Muslimin Bando, mantan Ketua DPRD Enrekang Fraksi Golkar Andi Nasir, mantan Anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar Andi Tenri Sose dan Pengusaha Irian Jaya Irfan.

“Keempat calon ini semuanya berpeluang untuk membesarkan partai Golkar di Enrekang. Namun ada yang butuh diskresi seperti pak bupati (Muslimin Bando),” bebernya.

Baca Juga: Mayoritas Kader Golkar Mengingkan NH Kembali Maju di Pilgub Sulsel,...

Dirinya menjelaskan, bupati dua periode itu masih terkendala aturan main Musda Golkar. Dimana salah satu poinnya calon ketua tidak memiliki kerabat dekat sebagai anggota DPR sekaligus pengurus partai lain. 

Muslimin Bando memiliki putra yang saat ini sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Mitra Fachruddin MB. Sehingga Muslimin Bando harus mendapatkan diskresi dari ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto.

“Untuk diskresinya diusur langsung pak ketua (Taufan Pawe). Nanti pada saat musda diserahkan,” pungkasnya.

Bagikan