Masuk

Catat 4 Poin Surat Edaran Mendagri Ini, Dijamin Acara Halal Bihalal Lebaranmu Akan Lancar

Komentar

Terkini.id, Jakarta- Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah menerbitkan surat edaran (SE) tentang pelaksanaan halal bihalal pada lebaran 2022. Tito menghimbau kepada sejumlah kepala daerah untuk memperhatikan poin-poin yang tertera dalam SE tersebut. 

Surat edaran Mendagri ini bertujuan untuk mencegah peningkatan jumlah kasus Covid-19 di sejumlah daerah, sebagaimana dilansir dari Republika. 

“Sehubungan perayaan Idul fitri 1443 Hijriah dan mencegah terjadinya peningkatan jumlah kasus Covid-19, maka dalam hal kegiatan halal bihalal oleh masyarakat, diminta kepada gubernur dan bupati/wali kota untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut,” kata Mendagri Tito Karnavian dalam SE di Jakarta, Sabtu 23 April 2022. 

Baca Juga: Di Hadapan Mendagri, Gubernur Andi Sudirman Paparkan Program Penanganan Inflasi di Sulsel

Berikut empat poin yang tertulis dalam surat edaran Mendagri:

1. acara halal bihalal dilaksanakan di daerah kabupaten atau kota dengan menyesuaikan level daerah masing-masing, sebagaimana ditetapkan dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Serta disesuaikan pada Inmendagri tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Wilayah Luar Jawa-Bali yang berlaku;

Baca Juga: Mendagri Sebut Komposisi Pendapatan APBD Sulsel TA 2023 Tergolong Kuat

2. pada acara halal bihalal hanya dibolehkan untuk dihadiri oleh tamu berjumlah 50 persen dari kapasitas tempat untuk daerah yang masu kategori 3, adapun daerah yang berada di level 2 hanya 75 persen, sementara daerah level 1 diperbolehkan dihadiri 100 persen;

3. kegiatan halal bihalal yang dihadiri 100 orang lebih, makanan atau minuman disediakan dalam kemasan yang bisa dibawa pulang, tidak diperbolehkan ada makanan atau minuman yang disajikan di tempat (prasmanan), serta harus menghindari acara makan-makan ramai yang membuat peserta membuka masker karena rawan penularan Coid-19;

4. acara halal bihalal lebaran tetap melaksanakan protokol kesehatan yang lebih ketat, lebih lanjut akan diatur oleh pemerintah daerah, namun setidaknya, memakai masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer secara berkala dan menjaga jarak.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA menyatakan, banyak pemudik yang akan menghabiskan waktu untuk merawyakan Idul Fitri dan libur lebaran di kampung halaman, sehingga surat edaran tersebut menjadi penting. 

Baca Juga: Mendagri Akui Sulsel Jadi Provinsi Percontohan di Indonesia Bagian Timur

Pemerintah, lanjutnya, memahami bahwa momen perayaan Idul Fitri sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat untuk dapat bersilaturahmi sekaligus melakukan tradisi halal bihalal dengan sanak saudara dan keluarga.

“Namun perlu dipahami bahwasanya pandemi Covid-19 saat ini belum sepenuhnya berakhir, untuk itu SE ini secara spesifik diterbitkan dalam rangka memberikan atensi terhadap kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, yang tentunya sejalan dengan pengaturan dalam Inmendagri PPKM,” ujar Safrizal dalam keterangan tertulisnya, Jumat 22 April 2022.