Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk mengawasi ketat kedatangan pendatang usai pulang kampung setelah merayakan Idulfitri.
Langkah ini diambil guna mencegah urbanisasi penduduk yang datang ke Makassar tanpa memiliki pekerjaan dan tempat tinggal yang memadai.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengungkapkan bahwa Closed-Circuit Television (CCTV) yang dipasang di lorong-lorong akan dimanfaatkan untuk mendeteksi kehadiran warga baru di pemukiman.
“Kami akan memanfaatkan CCTV yang terpasang di lorong-lorong, karena urbanisasi biasanya terjadi melalui lorong-lorong tersebut. Dengan demikian, ketika ada orang baru, kita dapat mendeteksinya,” ujar Danny.
Danny juga meminta kepada para Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) untuk ikut mengawasi pendatang.
- Kunjungi Korban Kebakaran Mangasa, Wali Kota Makassar Pastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi
- Pemkot Makassar Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
- Wawali Aliyah Mustika Ilham Pimpin Persiapan Lomba Kelurahan 2026, Makassar Bidik Juara Nasional
- Bersama Menhaj RI, Wali Kota Munafri Sambut Jemaah Haji Kloter 17 Debarkasi Makassar
- Pemkot Makassar Hadirkan Pete-pete Laut Gratis untuk Pelajar, Nakes, dan Warga Kepulauan
Para pengurus RT/RW diminta untuk melaporkan keberadaan warga baru yang tinggal di daerah mereka. Dengan adanya kerja sama tersebut, tujuan kedatangan pendatang dapat segera diidentifikasi.
“Saya berharap para pengurus RT/RW selain memantau melalui CCTV, juga memperhatikan kehadiran warga baru. Jika ada pendatang baru, harap segera dilaporkan,” kata Danny.
Danny tidak melarang warga dari luar untuk masuk ke wilayah Makassar. Namun, ia berharap agar warga yang datang telah memiliki tempat tinggal dan pekerjaan yang telah disiapkan terlebih dahulu.
“Jika mereka tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal, hal ini dapat meningkatkan tingkat kemiskinan dan membebani anggaran Kota Makassar. Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar sedang berupaya keras untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran,” jelasnya.
Urbanisasi setelah perayaan Lebaran memang merupakan fenomena yang sulit dihindari. Salah satu faktornya adalah keinginan masyarakat untuk mencari kehidupan yang lebih baik di daerah perkotaan.
“Mengatasi urbanisasi memang bukan hal yang mudah. Pertama, kita tidak bisa menutup perbatasan, selalu ada orang yang datang. Kedua, kondisi ekonomi di Makassar lebih menarik dibandingkan dengan daerah lain, sehingga orang-orang datang ke sini,” tambahnya.
Dalam rangka menghadapi tantangan urbanisasi ini, Pemerintah Kota Makassar akan terus meningkatkan pengawasan dan bekerja sama dengan RT/RW untuk mengantisipasi dampak negatif yang mungkin timbul.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
