Komitmen Pendidikan Inklusif, Makassar Terima Penghargaan Wajib Belajar 13 Tahun

Komitmen Pendidikan Inklusif, Makassar Terima Penghargaan Wajib Belajar 13 Tahun

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini, Jakarta — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah menerima Penghargaan Apresiasi Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Penghargaan tersebut diterima langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam rangkaian acara Hardiknas 2026 yang berlangsung di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Jakarta, Senin (25/5/2026) malam.

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Atip Latipulhayat, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperluas akses pendidikan dan menekan angka anak putus sekolah.

Program Wajib Belajar 13 Tahun yang dijalankan Pemkot Makassar mencakup satu tahun pendidikan prasekolah atau PAUD dan 12 tahun pendidikan dasar hingga menengah.

Munafri yang akrab disapa Appi mengatakan, penghargaan tersebut dipersembahkan bagi seluruh elemen pendidikan di Kota Makassar, mulai dari guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga peserta didik.

Baca Juga

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan anak-anak didik kita di Kota Makassar, karena ini hasil kerja keras semua tenaga pendidik di kota ini,” ujar Appi.

Ia menegaskan, komitmen menjalankan wajib belajar 13 tahun bukan sekadar menjalankan regulasi, tetapi memastikan seluruh anak di Kota Makassar memperoleh hak pendidikan yang layak.

“Kita ingin mencetak generasi masa depan Makassar yang cerdas dan berkarakter. Tidak boleh ada lagi anak di Kota Makassar yang putus sekolah ataupun kehilangan akses pendidikan,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinan Munafri, Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat sektor pendidikan melalui peningkatan anggaran pendidikan, pemerataan akses sekolah, hingga penyediaan bantuan pendidikan dan beasiswa daerah.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan ialah pembentukan Tim Relawan Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS) yang diluncurkan pada momentum Hardiknas 2026. Tim tersebut bertugas menjaring dan mengembalikan anak-anak putus sekolah ke bangku pendidikan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.