Cegah Calon Lawan Kolom Kosong, KPU Harap Pilwali Makassar 2020 Diikuti Banyak Calon

Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar.

Terkini.id — Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar 2018 lalu, publik Indonesia dihebohkan dengan kemenangan kolom kosong atas pasangan Calon tunggal, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).

Olehnya itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar mengharapkan agar Pilwali 2020 mendatang, banyak calon yang ikut serta. Agar kejadian 2018 tidak terulang, apalagi dampak kemenangan kolom kosong membuat Pilwali 2018 diulang di tahun 2020.

“Kita kepentingannya, semakin banyak calon semakin bagus,” kata Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar.

Gunawan menambahkan, untuk maju di Pilwali 2020, selain bisa maju melalui partai politik juga bisa maju melalui jalur perseorangan. Saat ini KPU Makassar akan membuka pendaftaran pada 19-23 Februari 2020.

“Kita menunggu tim pasangan calon menyerahkan syarat dukungan jalur perseorangan nantinya. Bagi yang ingin maju jalur perseorangan ini waktu yang tepat untuk mengumpulkan syarat dukungan,” pungkasnya.

Syarat untuk menjadi calon walikota dan wakil walikota harus menyetor minimal 72,570 E-KTP yang tersebar minimal di delapan kecamatan. Pendaftaran jalur perseorangan dibuka pada 19-23 Februari 2020.

Komentar

Rekomendasi

Ini Penyebab Calon Direksi Perumda Air Minum Kota Makassar Tidak Lulus Berkas

PKB Tegaskan Dukung Adnan-Kio, Meski Maju Jalur Perseorangan

PII Pusat Gelar Rapat Pleno Awal Tahun di Gedung Griya Rekayasa Indonesia

Sikapi Isu Lingkungan, Makassar Digital Valley Bikin Program Spesial ‘Green Network’

Kondisi TPI Paotare Memperihatinkan, Ini Rencana Pemkot Makassar

Dokumen Ini Jadi Hambatan Penindakan Gudang Dalam Kota di Makassar

NasDem Akan Gelar Turnamen Mobile Legends dan PUBG di Makassar

Pelantikan 3 Perusda Menunggu SK Pemberhentian Calon Direksi sebagai Pengurus Partai

Danny Pomanto Didorong Maju Jalur Perseorangan di Pilwali Makassar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar