Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk mengaktifkan piket 24 jam.
Hal itu untuk mencegah terjadinya konflik di tengah masyarakat pada masa pandemi.
“Lurah jangan takut untuk bertemu warga, justru tugas ta’ untuk menenangkan kekisruhan ini dan memberi edukasi. Komunikasikan ki, kerjasamaki sama camat, LPM dan RT/RW ta. Ajakki bertemu tapi tetap terapkan protokol kesehatan,” ujar Yusran di hadapan camat dan lurah di Balai Kota Makassar, Selasa, 9 Juni 2020.
Hal ini dilakukan menyusul terjadinya kisruh penolakan warga terhadap pelaksanaan rapid test serta pengambilan jenazah secara paksa di sejumlah rumah sakit.
Yusran juga meminta seluruh lurah melakukan pertemuan dengan RT, RW, LPM, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda untuk berkordinasi mencegah konflik.
- Tetapkan Tarif Uji Rapid Tes Antigen di Kemenkes, Sri Mulyani: Rp 694 ribu, Bebas PNBP
- Mirip Kasus Bandara Kualanamu, Rapid Test Ilegal Beredar di Semarang, Pelaku Sudah Untung Rp2,8 M
- Rapid Tes di Sari Laut Ruko Tugu Bundaran Mandiri, 3 Reaktif
- Breaking News, Warkop 157 Jalan AR Hakim, di Temukan Hasil Tes Rapid Dua Reaktif
- Ingin Keluar Kota, Warga Sulsel Bisa Rapid Tes Gratis di Dua Tempat ini
Selain itu, ia mengimbau untuk terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai penerapan protokol kesehatan.
“Hari ini saya minta semua lurah melaporkan hasil pertemuannya” tegasnya.
Pihaknya juga menegaskan untuk lebih intens turun melakukan pemantauan di lapangan termasuk ikut memberi edukasi kepada warga mengenai pelaksanaan rapid test.
Sejauh ini Pemerintah Kota Makassar telah melakukan rapid test massal di enam kecamatan dengan jumlah yang reaktif sebanyak 130-an orang.
“Jauh menurun, sebelumnya Reproduction Number (RO) Covid-19 di Makassar 3,8 yang berarti satu pasien bisa menularkan 4 orang. Sekarang, RO-nya kita 0,98. Itu artinya satu pasien hanya bisa menularkan ke satu orang, atau penularan lokal saja,” jelas Yusran.
Di sisi lain, Yusran juga meminta kepada seluruh SKPD membuat jadwal piket bergilir setiap hari untuk ikut melakukan edukasi serta pencegahan dini terhadap potensi konflik yang terjadi di masyarakat.
“Lebih baik waspada dini, kasus dua hari ini cukup memprihatinkan, apalagi kita sudah mulai memasuki tahapan Pilkada, tugas kita untuk mengantisipasi adanya konflik. Seluruh petugas yang bekerja di lapangan akan dilengkapi dengan APD sesuai protokol kesehatan,” tegasnya.
Yusran juga tengah menyiapkan “Inspektur Covid”, yakni petugas Satpol PP yang akan berkeliling di tempat-tempat umum dan memberikan edukasi kepada warga.
“Kemarin kan protokolnya hanya tiga poin, cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak. Sekarang kita tambah dua yaitu rajin berolahraga dan makan-makan gizi seimbang,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
