Cegah Penyebaran Virus Corona, UIN Alauddin Makassar Terapkan Perkuliahan Sistem Online

Terkini.id, Makassar – Pada 2 Maret 2020 lalu, Presiden RI Joko Widodo mengumumkan terdapat 2 pasien terinfeksi virus crona di Indonesia.

Kasus ini terus meningkat hingga tercatat 117 kasus pada Minggu, 15 Maret 2020. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau kepada presiden RI untuk segera mengumumkan corona (Covid-19) sebagai kasus Darurat Nasional.

Covid-19 ini tidak hanya berdampak pada kesehatan dan ekonomi, tetapi juga berdampak pada pendidikan.

Baca Juga: Kampanye Bersama, HI UINAM dan Yamali TB Ajak Warga Makassar...

Hal itu terlihat dari sejumlah wilayah di Indonesia yang meliburkan peserta didiknya, salah satunya adalah Sulawesi Selatan.

Hampir semua universitas pun diliburkan termasuk Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM).

Baca Juga: Miris, Pelecehan Seksual Dialami Salah Seorang Mahasiswi UINAM di Siang...

Berdasarkan surat edaran Kementrian Agama RI No.13 Tahun 2020 tentang kewaspadaan dini, kesiapsagaan, serta tindakan pencegahan terinfeksi Covid-19 di lingkungan Kementerian Agama, maka UIN Alauddin Makassar mengeluarkan surat edaran yang telah resmi ditandatangani oleh Rektor Prof. H. Hamdan, M.A., Ph.D.

Dalam surat edaran tersebut, seluruh kegiatan belajar mengejar dengan sistem tatap muka langsung diubah menjadi sistem online (during).

Hal ini dilakukan sebagai cara untuk melakukan pencegahan penyebaran covid-19 di wilayah kampus UIN Alauddin Makassar.

Baca Juga: Miris, Pelecehan Seksual Dialami Salah Seorang Mahasiswi UINAM di Siang...

“Surat edarannya Insya Allah benar,” ujar Ketua Jurusan Ekonomi Islam, Ahmad Efendi.

“Selama 1-2 hari ke depan jangan ada yang pulang kampung dulu, tunggu informasi selanjutnya,” sambungnya.

Pihak universitas, kata Ahmad, mengambil kebijakan ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mencegah penyebaran virus.

“Kampus diliburkan untuk membuat dosen dan mahasiswa mengurangi kontak langsung dengan orang sekitar,” terangnya.

Pihaknya juga megimbau agar untuk sementara waktu mahasiswa mengindari kegiatan di luar rumah yang tidak mendesak.

“Kampus diliburkan bukan untuk senang-senang seperti liburan ke pantai dan ke pusat perbelanjaan (mal) karena hal itu justru bisa menyebabkan kita terinfeksi Covid-19,” ujarnya.

“Tetaplah waspada dan anggap diri kita terinfeksi agar kita bisa saling menjaga satu sama lain,” pungkasnya.

Citizen Reporter: Anisa Lusiana (Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam angkatan 2018)

Bagikan