Terkini.id, Makassar – Sekolah Islam Athirah Makassar menghelat sosialisasi pencegahan perundungan atau bullying. Ada 30 siswa yang terpilih menjadi agen perubahan dalam mencegah kasus perundungan.
Mereka berperan dalam pencegahan dan pengawasan kasus perundungan di sekolah, baik yang berbentuk fisik maupun verbal.
Kepala Sekolah SMA Islam Athirah 1 Makassar Tawakkal Kahar menjelaskan dampak buruk perundungan. Ia mengatakan proses belajar tidak akan berjalan efektif bila perundungan terjadi di sekolah.
“Perundungan sangat berbekas dan membuat orang tak bisa bertumbuh,” kata Tawakkal, Kamis, 23 September 2021.
Menurutnya, menertawakan orang yang okkots atau salah pengucapan merupakan bagian dari perilaku perundungan. Itu sebabnya, kata Tawakkal, banyak anak-anak yang tidak mau bertanya.
- Ratusan Pelajar SMA Islam Athirah Bukit Baruga Dilatih Kedisiplinan dan Tanggung Jawab Oleh TNI AL
- SMA Islam Athirah Juara 1 KTI se Sulselbar di OPen 2022, Kalahkan Puluhan Sekolah
- Intip Keseruan 'Project Kewirausahaan' SMA 1 Islam Athirah Kajaolalido Makassar
- SMA Islam Athirah Buka 10 Kouta Beasiswa, Gratis SPP dan Uang Pangkal
- SMA Islam Athirah Bukit Baruga Kukuhkan 121 Alumni, Ada yang Lolos UI
“Ketika teman bicara dan okkots lalu diketawai. Akibatnya banyak orang tidak mau bertanya karena takut kena perundungan,” sebutnya.
Tawakkal juga menyinggung perundungan yang kerap terjadi di media sosial. Hal itu akibat sekolah pembelajaran berlangsung secara daring.
“Kalau mencari kelemahan orang lain, kesalahan orang lain, dan berbuat jahat maka dosanya kembali ke kita lebih banyak,” tuturnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Fitri Ayu Utami menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar aman, nyaman, menyenangkan, dan inklusif.
“Itu tidak akan terjadi kalau perundungan masih terjadi di sekolah,” sebutnya.
Fitri menyebut sebagai sekolah penggerak, SMA Athirah harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Ia menyebut ada banyak contoh anak-anak berhenti sekolah karena sering mendapat perundungan.
Menurutnya, perlunya meningkatkan mutu pendidikan karakter kepada para siswa. Ia menilai sekolah inklusif akan terbentuk apabila perundungan di sekolah tidak ada lagi.
“Ada anak yang tak mau ke sekolah karena sering diejek. Dampak dari bullying itu luar biasa, bahkan ada yang sampai bunuh diri. Ini terjadi pada level paling dasar sampai paling atas,” kata Fitri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
