Cek Fakta : Benarkah 10 Jenis Makanan Ini Bisa Menghilangkan Virus Covid-19?

Cek Fakta : Benarkah 10 Jenis Makanan Ini Bisa Menghilangkan Virus Covid-19?

AT
Admin Terkini
Oliviane Nuah

Tim Redaksi

Terkini.id, – Melalui media sosial muncul  postingan-postingan yang mengklaim bahwa ada 10 jenis makanan yang dapat menghilangkan virus covid-19.

Dalam postingan tersebut melampirkan alasan mengapa 10 jenis makanan tersebut bisa menghilangkan virus covid-19.

Berikut isi narasi postingan tersebut selengkapnya:

“Perhatikan bahwa pH virus corona bervariasi dari 5,5 hingga 8,5.

Karena itu yang harus kita lakukan untuk menghilangkan virus adalah mengonsumsi lebih banyak makanan alkali di atas tingkat keasaman virus, seperti

Baca Juga

1. Pisang

2. Lemon hijau – 9,9 pH

3. Lemon Kuning – 8,2 pH

4. Alpukat – 15,6 pH

5. Bawang putih – 13,2 pH

6. Mangga 8,5 pH

7. Tangerine 8,5 pH

8. Nanas 12,7 pH

9. Selada air – 22,7 pH

10. Jeruk -9,2 pH”

Benarkah 10 jenis makanan di atas ampuh menghilangkan virus covid-19?

Berdasarkan penelusuran cek fakta Kominfo, klaim pernyataan tersebut di atas adalah disinformasi atau klaim yang SALAH/KELIRU/TIDAK BENAR.

Melansir dari liputan6.com, pernyataan tersebut dibantah oleh dr Ananinggar, SpPD, dengan penjelasan bahwa tidak ada hubungan antara makanan dengan tingkat keasamaan tinggi dengan masuknya virus di dalam tubuh.

Penjelasan dr Ananinggar, makanan yang masuk di dalam tubuh, seberapa tingginya PH makanan tersebut tetap menginduksi asam lambung keluar untuk mencerna, artinya tidak ada makanan yang bisa membunuh virus di saluran cerna.

Menurutnya cara pencegahan yang paling efektif dan wajib dilakukan adalah melakukan 3M, yaitu memakai rajin mencuci tangan, mengenakan masker dan menjaga jarak serta melakukan 3 T yaitu Testing atau pemeriksaan, Tracking atau pelacakan dan Treatment atau pengobatan agar mereka yang sakit bisa langsung dijaukan dan tidak menularkannya pada orang lain.

Beberapa artikel lain mengemukakan bantahan ini, media Tempo.co menuliskan artikel berjudul : “[Fakta atau Hoaks] Benarkah Virus Corona Bisa Dibunuh dengan Konsumsi Makanan Alkali?” yang tayang 2 April 2020.

Penelusuran Tim CekFakta Tempo mengemukakan bahwa pesan berantai itu tidak hanya beredar di Indonesia. Pesan tersebut juga beredar di India dan Afrika dalam versi bahasa Inggris, dengan klaim bahwa informasi itu berasal dari penelitian yang diterbitkan di Journal of Virology.

Tempo.co memeriksa jurnal tersebut dan menemukan penelitian yang berjudul “Alteration of the pH Dependence of Coronavirus-Induced Cell Fusion: Effect of Mutations in the Spike Glycoproteint”. Penelitian ini dilakukan oleh Thomas Gallagher, Cristina Escarmis, dan Michael Buchmeier dari Departemen Neurofarmakologi Scripps Clinic and Research Foundation, California.

Pesan berantai tersebut di atas tampaknya dicomot dari penelitian ini, sebagaimana yang tertulis di bagian abstrak, yakni “infeksi sel murine yang rentan terhadap coronavirus mouse hepatitis virus tipe 4 (MHV4) menghasilkan fusi sel-sel yang luas pada pH 5,5-8,5”.

Namun, penelitian tersebut diterbitkan pada 1991 dan terkait dengan coronavirus mouse hepatitis virus tipe 4, bukan virus Corona jenis baru, SARS-CoV-2, penyebab Covid-19. Seperti diketahui, virus Corona Covid-19 baru muncul pada Desember 2019 di Wuhan China.

Beberapa media pemeriksa fakta di India seperti The Quint, ahli virus Shaheed Jameel mengatakan bahwa virus tidak memiliki derajat keasaman atau pH. “Virus tidak memiliki nilai pH, jadi tidak ada organisme hidup yang memiliki nilai pH,” kata Shaheed.

Pemeriksa fakta dari Afrika juga mengungkapkan berdasarkan keterangan Tanimola Akande, profesor kesehatan masyarakat Universitas Ilorin, Nigeria, virus Corona Covid-19 “tidak memiliki pH sendiri”. Namun, virus Corona bertahan dengan baik di lingkungan dengan pH sekitar 6 dan tidak mampu bertahan pada pH di atas 8.

Oyewale Tomori, profesor virologi WHO, juga mengatakan bahwa klaim tentang pH pada virus Corona Covid-19 keliru. “Virus Corona tidak ada hubungannya dengan perut. Jadi, bagaimana ‘makanan alkali’, seperti lemon, jeruk nipis, alpukat, dan bawang putih, mengalahkan virus? Klaim ini harus diabaikan,” ujarnya.

Dilansir dari situs Australian Academy of Science, lemon memiliki pH sekitar 2, bukan 9,9. Oleh karena itu, lemon memiliki rasa yang cukup asam. Semakin rendah pH suatu zat, zat tersebut akan semakin bersifat asam.

Klaim bahwa virus covid-19 memiliki derajat keasaman atau pH 5,5-8,5 adalah klaim yang SALAH/KELIRU, virus termasuk corona virus tidak memiliki pH sehingga mengonsumsi makanan alkali dengan pH yang lebih tinggi tidak bisa membunuh virus covid-19

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.