Menanggapi kejadian ini, Kepala Bidang Humas Unhas, Ishaq Rahman, menyampaikan bahwa rumah sakit berkomitmen menjaga integritas pelayanan publik.
Ia menegaskan bahwa narasi penolakan pasien adalah tidak benar dan dapat merusak reputasi institusi pendidikan sekaligus pelayanan kesehatan.
“Kami menghimbau agar masyarakat bijak menggunakan media sosial. Setiap individu harus bertanggung jawab atas informasi yang disebarkan. Kami mempertimbangkan langkah hukum untuk memberi efek jera,” ujar Ishaq dalam pernyataan tertulisnya.
Meski demikian, Unhas tetap mengedepankan pendekatan edukatif sebagai bagian dari tugasnya sebagai lembaga pendidikan tinggi.
Kesimpulan
- Wali Kota dan Wawali Makassar Kompak Hadiri Penutupan Rakernas APEKSI XVIII, Perkuat Kolaborasi Pusat dan Daerah
- Modal Rekor dan Kemenangan, Ramadhipa Incar Podium di Seri Jerez Moto3 Junior 2026
- Persenijar PGRI Sulsel Digelar di Sidrap, Gubernur: Saya Tidak Bisa Bikin Apa-Apa Kalau Bukan karena Guru
- Asmo Sulsel Gelar Honda Community Safety Riding Competition Regional 2026, Seleksi Wakil Menuju Tingkat Nasional
- Pimpinan 18 Perusahaan Grup Astra Makassar Perkuat Sinergi Melalui Pertemuan Rutin Bulanan
Klaim dalam video viral yang menyebutkan adanya penolakan pasien kritis oleh dokter IGD RSP Unhas tidak berdasar. Penelusuran menunjukkan bahw pasien tetap menerima penanganan medis sesuai protokol.
Video tersebut direkam oleh pihak luar yang tidak terkait langsung dengan pasien, dan narasi yang dibangun menyimpang dari kejadian sebenarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
![[Cek Fakta] Benarkah RSP Unhas Tolak Pasien Kritis? Cek Fakta](https://makassar.terkini.id/wp-content/uploads/2025/05/makassar_d941d0dcc5d420d97b8bab8dc428e7c7-720x405.jpg)