Terkini, Makassar — Sebuah video berdurasi singkat yang beredar luas di media sosial menampilkan seorang pria mengklaim bahwa dokter di IGD Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin (RSP Unhas) menolak pasien dalam kondisi kritis.
Video tersebut langsung memicu kecaman publik dan menciptakan persepsi negatif terhadap rumah sakit rujukan pendidikan itu.
Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh redaksi, fakta di lapangan menunjukkan bahwa narasi dalam video tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.
Pihak RSP Unhas telah memberikan klarifikasi resmi, dan berbagai sumber termasuk rekaman CCTV serta keterangan saksi mengungkap bahwa pasien tetap mendapat penanganan medis sesuai standar.
Kronologi: IGD Penuh, Pasien Tetap Diperiksa
- Wali Kota dan Wawali Makassar Kompak Hadiri Penutupan Rakernas APEKSI XVIII, Perkuat Kolaborasi Pusat dan Daerah
- Modal Rekor dan Kemenangan, Ramadhipa Incar Podium di Seri Jerez Moto3 Junior 2026
- Persenijar PGRI Sulsel Digelar di Sidrap, Gubernur: Saya Tidak Bisa Bikin Apa-Apa Kalau Bukan karena Guru
- Asmo Sulsel Gelar Honda Community Safety Riding Competition Regional 2026, Seleksi Wakil Menuju Tingkat Nasional
- Pimpinan 18 Perusahaan Grup Astra Makassar Perkuat Sinergi Melalui Pertemuan Rutin Bulanan
Insiden terjadi pada Senin malam, 28 April 2025, sekitar pukul 21.30 WITA. Seorang pasien perempuan dibawa dengan ambulans ke IGD RSP Unhas. Saat itu, kondisi ruang IGD sedang penuh. Dua pasien lain bahkan masih dirawat di area luar sambil menunggu tempat di dalam ruangan.
Kendati demikian, petugas medis tetap melaksanakan prinsip life saving. Pasien langsung diperiksa kondisi vitalnya oleh perawat, meski masih berada di atas brankar ambulans.
Seorang dokter kemudian datang untuk menindaklanjuti, memeriksa kondisi pasien, dan menanyakan riwayat penyakit serta keluhan terkini kepada pihak keluarga.
Diketahui bahwa pasien tersebut adalah pasien rawat jalan RSP Unhas yang sedang menjalani pengobatan atas keluhan di bagian lutut. Pemeriksaan lanjutan di Poli Penyakit Dalam dijadwalkan pada esok harinya.
Menurut penilaian dokter, pasien berada dalam kondisi lemas tetapi tidak tergolong kritis. Pasien masih mampu merespons panggilan dengan membuka mata.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
![[Cek Fakta] Benarkah RSP Unhas Tolak Pasien Kritis? Cek Fakta](https://makassar.terkini.id/wp-content/uploads/2025/05/makassar_d941d0dcc5d420d97b8bab8dc428e7c7-720x405.jpg)