Cek Fakta : Jokowi Disebut Raja Utang oleh Raja Arab ?

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Foto Joko Widodo dan Salman bin Abdulaziz, yang Diklaim Raja Salman bin Abdulaziz Sebut Jokowi Raja Utang/Kominfo.go.id

Terkini.id, Makassar – Berbicara tentang kekayaan, tentunya Indonesia adalah Negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Namun itu tidak bisa menjamin Indonesia terlepas dari utang.

Dikutip dari Okezone.com, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani merinci bahwa, utang pemerintah per akhir Juni  2020 meningkat menjadi Rp 5.264,07 Triliun. 

Berbicara soal utang, beberapa waktu yang lalu publik dihebohkan dengan ungguhan di salah satu akun facebook. 

Pasalnya dalam unggahan tersebut terpampang sebuah foto Presiden RI Joko Widodo bersama dengan Raja Arab Salman bin Abdulaziz. 

Menarik untuk Anda:

Namun yang menarik perhatian publik bukan semata-mata visual yang ditampilkan, melainkan narasi yang diframmingkan di foto tersebut. 

Berikut narasinya, 
Jokowi  :  Apa kabar Raja Arab
Salman   : Baik-2 aja Raja utang. 

Namun faktanya, seperti yang dilansir Liputan6.com klaim bahwa Raja Arab menyebut Presiden Jokowi sebagai raja utang ternyata tidak benar. 

Ternyata foto yang diunggah pada akun tersebut merupakan hasil suntingan yang kemudian di berikan framming narasi yang tidak sesuai dengan faktanya. 

Foto yang memperlihatkan Presiden Jokowi bersama dengan Raja Arab itu terpotret pada pertemuan bilateral.

Foto tersebut juga pernah dimuat oleh news.detik.com dengan artikel “Presiden Jokowi Tiba di Abu Dhabi Langsung Akan Teken Kerja Sama Bilateral” pada 13 September 2015 silam.

Dilansir dari situs resmi Kominfo.go.id pada Selasa 4 Agustus 2020, menyatakan bahwa unggahan yang memakai framming Raja Arab Sebut Jokowi Raja utang tidak benar adanya alias hoax. 

Memang Negara Indonesia memiliki utang yang meningkat. Namun penyebaran informasi yang tidak valid tentunya bukanlah solusi ayng tepat. 

Penyebaran informasi seperti ini( Hoax) tentunya harus diminimalisir. Karena itu akan merusak stabilitas dan persepsi publik dengan hal yang tidak baik.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Diduga Oknum Polisi Menyetubuhi Gadis Pelanggar Lalu Lintas

Tekan China, Amerika Serikat Jual Senjata Utama Ke Taiwan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar