Masuk

Viral Kembali, Ceramah UAS: Bom Bunuh Diri Gerakan Mati Syahid

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video ceramah lawas Ustadz Abdul Somad atau akrab disapa UAS yang menyinggung soal bom bunuh diri, kembali viral di media sosial usai pendakwah kontroversial itu ditolak masuk ke negara Singapura.

Adapun video ceramah lawas UAS singgung bom bunuh diri itu diviralkan kembali oleh pengguna Twitter Lucknuut, seperti dilihat pada Rabu 18 Mei 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyebut ceramah UAS membahas soal bunuh diri itu menjadi alasan pihak Singapura menolak penceramah itu masuk ke negara mereka.

Baca Juga: Dituduh Dukung Bom Bunuh Diri, UAS Bilang Begini

“Ternyata karena video ini alsan spore terbitkan NTL u UAS, Berarti benar kemungkinan yang tadi sy tulis k uda ferrykoto. Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masy multi-ras dan multi-agama Singapura Bantu rt k warung sebelah y tuips,” cuit netizen Lucknuut.

Dilihat dari video tersebut, tampak UAS tengah ceramah. Ia pun membacakan pertanyaan dari jemaah terkait bom bunuh diri yang dilakukan pejuang Palestina.

“Apakah bom bunuh diri yang dilakukan pejuang Palestina dibolehkan?,” kata Ustadz Somad membacakan pertanyaan jemaah itu.

Baca Juga: Pesan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar: Perangi Para Penegak Hukum Setan

Ustadz Somad pun menjawab, bahwa istilah bom bunuh diri merupakan istilah dari orang-orang barat. Menurutnya, yang benar adalah gerakan mati syahid.

“Gerakan bunuh diri itu versi barat, yang betul adalah gerakan mati syahid, bukan mati konyol,” ungkap Abdul Somad.

UAS pun menyerukan kepada jemaah untuk memasuki kelompok musuh dan melakukan gerakan mati syahid itu.

“Kalau saya masuk ke dalam kelompok, bergejolak nanti PKI, PKI sudah datang, datang seorang dia ambil cabut pedangnya, 99,9% dia masuk pasti mati. Tapi dengan masuknya dia gentar musuh, maka masuklah kau ke dalam,” tuturnya.

Baca Juga: UAS Ungkap Amalan Terhindar dari Pelet: Dibaca Pagi dan Malam Sebelum Tidur

Lebih lanjut, Ustadz Somad menyebut bahwa di zaman sekarang gerakan mati syahid tidak lagi memakai pedang melainkan dengan meledakkan bom.

“Zaman sekarang tak pakai pedang, letupkan ledakkan, mati syahid. Adapun orang yang mengejek ini mati konyol, inilah antek-antek zionis Amerika. Orang mati syahid dia katakan mati konyol,” ucapnya.

Selain itu, UAS juga menyebut istilah gerakan bunuh diri merupakan istilah orang-orang kafir lantaran yang benarnya adalah gerakan mati syahid.

“Banyak wartawan-wartawan yang tidak Islami memakai istilah-istilah kafir tanpa dia sadari. Gerakan bunuh diri, padahal gerakan mati syahid,” ujarnya.