Ceramah UAS Dibanjiri Ribuan Warga Sumenep, Husin Shihab: Itu Santri yang Digerakkan untuk Hadir

Terkini.id, Jakarta – Ustaz Abdul Somad (UAS) mendapat sambutan meriah saat melakukan kunjungan ceramah di Sumenep, Madura pada Jumat 20 Mei 2022.

Meskipun, kedatangan ustaz tersebut sebelumnya ditolak oleh Husin Shihab bersama gerakan Santri Muda Sumenep.

“Sumenep kota toleransinya yang paling tinggi di Madura, jangan sampai Sumenep dijadikan tempat para ustad intoleran dan radikalis menyiarkan pahamnya sehingga merusak kerukunan antar umat beragama disitu. Saya bersama santri di Sumenep menolak UAS ceramah di Masjid Jamik Sumenep,” tulis Husin Shihab di media sosial saat UAS belum datang.

Baca Juga: Ustaz Syam Sebut Karyawan Holywings Terima Gaji Haram? Husin Shihab:...

Namun, kenyataannya, kedatangan UAS disambut meriah. Foto foto ceramahnya terlihat dibanjiri ribuan warga.

Menanggapi foto tersebut, Husin Shihab menegaskan warga yang datang menghadiri ceramah UAS tidak mewakili keseluruhan masyarakat Sumenep yang toleran.

Baca Juga: Sindir Ustaz Syam, Husin Shihab: Tau dari Mana Orang Ini...

Dia bahkan menyebut warga yang datang ke tabligh UAS adalah santri yang dimobilisasi oleh kiyainya.

“Gak ada beda sama hajatan nikah anak Kyai di Madura. Itu yg hadir santri pondok tsb yg memang digerakkan untuk hadir bkn dari warga Sumenep. Catat ya, bukan dari masyarakat Sumenep keseluruhan yg toleran. Dan Somad pun GAGAL ceramah di Masjid Jami’ Sumenep, memang gak pantas!,” tulis di

Beberapa netizen membalas cuitan Husin Shihab tersenut, dan meluruskan bahwa UAS memang tidak punya jadwal di Masjid Jami Sumenep.

Baca Juga: Sindir Ustaz Syam, Husin Shihab: Tau dari Mana Orang Ini...

“Lhoe aja yg Bego bin Tolo. Lhoe dan gerombolan lhoe berharap beliau di tolak. Faktanya beliau di sambut luar biasa. Yang hadir memang digerakkan, digerakkan oleh Allah SWT. Ngapain ke masjid Jami’ Sumenep?? Agenda dakwahnya bukan di sana kok, kasihan the lhoe ngeles yg tak guna,” tulis akun @ManusiaPinggirn.

Batal Didemo

Sebelum UAS datang, sekelompok massa yang menamakan diri sebagai Gerakan Santri Madur menyampaikan pemberitahuan akan menggelar aksi aksi ke Polres Sumenep. 

Akan tetapi, aksi tersebut gagal terlaksana tanpa ada pemberitahuan lebih lanjut ke polisi.

Polres Sumenep sudah merespons pemberitahuan aksi penolakan kedatangan UAS dengan mempersiapkan pasukan pengamanan. Sesuai surat pemberitahuan yang masuk ke Polres, aksi akan berlangsung di depan Masjid Jamik Sumenep dengan jumlah massa 200 orang.

“Sesuai SOP kami sudah melakukan persiapan pasukan pengamanan untuk mengawal aksi tersebut, namun ternyata tidak ada,” kata Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, Jumat 20 Mei 2022.

Dikutip dari detikcom, Gerakan Santri Madura mengirim surat ke Kapolres Sumenep tertanggal 18 Mei 2022. Surat itu ditandatangani oleh Koordinator Aksi, Ustaz Ahmad. Di kop surat itu tertera alamat Gerakan Santri Madura, yakni di Jalan Lingkungan Delama, Penjagalan, Kecamatan/Kota Sumenep.

Di dalam narasinya, Gerakan Santri Madura menolak kedatangan UAS. UAS dianggap menyebarkan paham radikal dan intoleran yang telah membuat kegaduhan umat.

Namun, sampai waktu yang ditentukan pukul 13.00 WIB, aksi yang rencananya digelar di Mapolres Sumenep itu tidak terlaksana.

“Ternyata aksinya tidak jadi, tapi juga tidak ada pencabutan pemberitahuannya sampai sekarang,” kata Widiarti.

Jadwal UAS di Sumenep adalah tablig akbar di dua tempat. Yaitu di depan Masjid Nur Muhammad, desa Kolor dan di Pondok Pesantren Al Amen, Prenduan.

Di Masjid Nur Muhammad, tablig akbar yang berlangsung pukul 15.00 WIB itu dipenuhi ribuan jemaah dari berbagai daerah. Di sana, UAS sempat menyinggung soal dirinya yang ditolak masuk ke Singapura.

“Jangankan masuk surga, masuk singapura aja enggak masuk,” kelakar UAS saat bercerita tentang surga yang disambut riuh tepuk tangan jemaah.

Bagikan