Ceramahnya Soal Masa Kecil Nabi Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Gus Muwafiq

Gus Muwafiq
Gus Muwafiq. (Foto: Senayanpost)

Terkini.id, Jakarta – Ceramah dakwah KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) tentang masa kecil Nabi Muhammad belum lama ini jadi sorotan publik.

Ceramahnya tersebut viral di media sosial usai diunggah oleh pihak tertentu dalam bentuk video berdurasi 49 detik.

Terkait isi ceramahnya itu, Gus Muwafiq angkat bicara. Ia mengatakan sangat senang karena telah diingatkan oleh umat Islam. Ia pun menyatakan sangat mencintai Rasulullah.

“Dengan senang hati saya banyak diingatkan oleh kaum Muslim dan warga bangsa Indonesia yang begitu cinta Rasulullah. Saya sangat mencintai Rasulullah. Siapa kaum Muslimin yang tidak ingin Rasulullah?” kata Gus Muwafiq, seperti dilansir dari NU Online, Senin, 2 Desember 2019.

Gus Muwafiq mengungkapkan, isi ceramah yang ia sampaikan terkait masa kecil Nabi tersebut merupakan respons terhadap tantangan-tantangan dari kaum milenial yang kerap menanyakan tentang nur Muhammad dan rembes.

Menurutnya, arti Rembes dimaknai dengan ingus atau umbel. Rembes, kata Gus Muwafiq, dalam bahasa Jawa artinya adalah umbel.

“Saya yakin dengan seyakin-yakinnya nur Muhammad itu memancarkan sinar. Akan tetapi generasi sekarang banyak bertanya apakah sinarnya seperti sinar lampu, dan semakin dijawab semakin tidak ada juntrungnya,” ujar Gus Muwafiq.

“Bahasa saya rembes itu umbel. Ini juga terkait dengan pertanyaan apakah anak yang ikut kakeknya ini bersih, karena kakek saking cintanya sama cucu sampai cucunya apa-apa juga kadang boleh. Hal itu saja yang sebenarnya,” sambungnya.

Gus Muwafiq juga mengungkapkan bahwa pernyataannya tersebut tidak bermaksud menghina Nabi. Ia sejak kecil dididik untuk menghormati Nabi.

Kendati demikian, Gus Muwafiq tetap meminta maaf kepada umat Islam jika pernyataannya itu dianggap menyinggung.

“Untuk seluruh kaum Muslim seluruh Indonesia, apabila kalimat ini saya lancang, saya mohon maaf sebesar-besarnya. (Saya) Tidak ada maksud menghina, mungkin hanya inilah cara Allah menegur agar ada lebih adab terhadap Rasulullah dengan kalimat-kalimat yang sebenarnya sederhana, tapi beberapa orang menganggap ini kalimat cukup berat. Kepada seluruh kaum Muslimin, saya mohon maaf,” ucapnya.

Berita Terkait