Terkini.id, Makassar – Kisah perjuangan seorang mahasiswi asal Tabanan Bali yang kuliah di Universitas Muslim Indonesia (UMI) menarik perhatian banyak netizen.
Mahasiswi tersebut, yakni Ayu Masnathasari, berhasil menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Kedokteran UMI.
Selama 5 tahun 8 bulan, Ayu berkuliah di UMI sambil mengenakan jilbab. Padahal, mahasiswi tersebut beragama Hindu.
Dari penampilannya, Ayu terlihat cocok mengenakan hijab. Dia juga akrab dengan teman-temannya selama berkuliah.
Diketahui, kedua orang tua Ayu berasal dari Bali yang bekerja di Kabupaten Takalar. Ayahnya bekerja sebagai guru olahraga di sebuah SMP.
- JNE Menyambung Niat Mulia Para Donatur Bencana untuk Tujuan Kemanusiaan
- Gema Tanpa Kata: Pertunjukan Paduan Suara Teman Tuli
- Tak Ada Anggaran Hibah, Ketua DPRD Sulsel Upayakan Dana NPCI Lewat APBD Perubahan
- Wawali Aliyah Mustika Ilham Pimpin Persiapan Lomba Kelurahan 2026, Makassar Bidik Juara Nasional
- Dispar Makassar, APPBI dan IMA Siapkan Makassar Great Sale 2026 untuk Dongkrak Ekonomi Daerah
Selama 5,8 tahun, Ayu mematuhi peraturan kampus dengan mengenakan busana muslimah.
Bahkan, dia juga sempat mengikuti program pesantren kilat di Padang Lampe Pangkep, saat masih menjadi Mahasiswa Baru. Meskipun cuma tiga hari.
Untuk diketahui, UMI sebagai universitas muslim, memang mewajibkan para mahasiswa baru untuk belajar agama di Pesantren Darul Mukhlisin UMI Padanglampe, Marang Pangkep selama sebulan.
“Tidak mudah pak. Tapi semakin lama semakin terbiasa, tapi jadinya saya setiap hari banyak belajar. Lebih siap diri saja. Setiap hari ada tantangan baru. Apa lagi besok,” kata Ayu dalam video wawancara dengan Dekan Fakultas Teknologi Industri UMI Zakir Sabhara, Kamis 17 September 2020.
Ditanya terkait kegiatan pesantren di Padang Lampe, Ayu mengungkapkan untungnya kampus memberi dispensasi.
“Jadi cuma ikut tiga hari. Selebihnya dibolehkan ikut kegiatan di Pura,” kata Ayu.
“Okey, berarti UMI tidak menghalangi orang jadi dokter, yang penting diikuti saja,” jawab Zakir Sabhara.
Perempuan kelahiran Takalar ini mengungkapkan, orang tuanya yang berasal dari Tabanan Bal sudah lama merantau di Takalar.
“Bapak ibu asli Bali. Bapak guru di SMP, guru olahraga,” katanya.
Lewat video tersebut, Zakir juga mengungkapkan bahwa ini untuk pertama kalinya ada nonmuslim yang menjadi mahasiswi di UMI.
“Ayu bisa menjadi okter selama tahun delapan bulan, bisa lulus tanpa hambatan dan sangat disayang teman-temannya. Ayo kita rawat semangat KeIndonesiaan, kita berbeda tapi kita satu. Satu anak bangsa,” jelas dia.
Zakir juga mengungkapkan, dirinya sempat terharu dan meneteskan air mata saat mendengarkan Ayu berpidato saat proses wisuda tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
