Cerita Pilu Rusdi Aremania yang Alami Depresi Usai Tragedi Kanjuruhan

Cerita Pilu Rusdi Aremania yang Alami Depresi Usai Tragedi Kanjuruhan

R
Rita Handayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Kisah salah seorang remaja Aremania berusia 17 tahun bernamaM.Rusdi, yang menyaksikan tragedi Kanjuruhan sampai tiga orang temannya turut tewas dalam insiden tersebut, membuatnya depresi.

Rusdi mengalami gangguan psikis. Ia bahkan tak berani pulang ke rumah sejak kematian temannya di Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu.

Cerita Rusdi menjadi viral setelah penjual kopi di area stadion Kanjuruhan menceritakan kisah Rusdi dan menyaksikannya tak pulang-pulang ke rumah hingga hampir 2 minggu. 

Cerita viral Rusdi tersebut sampai membuat asisten pelatih Arema FC, Kuncoro didampingi dengan dua pemain yaitu Kapten Tim Arema FC Ahmad Alfarizi dan pemain Arema FC Jayus Hariono datang menemuinya. Rusdi saat itu ditemui di sebuah warung yang berada di depan Stadion Kanjuruhan, pada Kamis, 13 Oktober 2022.

Rusdi sempat berniat untuk pulang ke Probolinggo yang jaraknya sekitar 3 jam. Namun saat sudah berada di terminal Arjosari, Kota Malang, rasa takut membuatnya kembali ke Stadion Kanjuruhan.

Baca Juga

“Baru dua hari ini saya dengar tentang anak ini. Karena viral di Tiktok. Setelah ditemukan teman-teman (pedagang dan petugas Stadion Kanjuruhan) di sekitar stadion, dia juga sempat hilang lagi. Akhirnya sejak semalam diikuti dan kami bisa bertemu tadi,” kata asisten pelatih Arema FC Kuncoro.

Bu Tin (59) seorang penjual kopi di Kanjuruhan menceritakan, selama berada di Kanjuruhan, Rusdi lebih banyak berkeliling, mondar-mandir, dan tidur di sembarang tempat. Kadang-kadang, ia tidur di depan pintu utama stadion atau di sekitar patung kepala singa.

Bu Tin mengatakan, Rusdi pernah bercerita dengannya, ia datang ke Kanjuruhan nonton laga Arema FC vs Persebaya bersama dengan tiga orang temannya. Namun, ketiganya sudah meninggal dunia dalam tragedi 1 Oktober 2022.

“Sama saya dia ini ngomong datang ke stadion sama tiga temannya. Nah, tiga orang temannya ini meninggal dunia semua. Satu orang cewek, dua orang laki-laki. Tinggal dia sendiri,” ujar Bu Tin.

Bu Tin mengatakan, Rusdi punya kebiasaan datang ke tempatnya apabila butuh ke kamar mandi. Rusdi mengatakan tidak mau pulang karena sedang menunggu ketiga temannya yang telah meninggal.

“Kalau mau buang air besar ke sini. Saya tanya, nggak pulang? Jawabnya nggak mau pulang, masih merasa dia bersama teman-temannya dan menunggu temannya yang meninggal itu,” ungkap Bu Tin.

Kondisi terakhir sebelum di bawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Pandangan mata Rusdi kosong. Ia hanya melamun ketika diajak bicara.

Sudah hampir dua pekan berlalu, Rusdi masih setia menanti kedatangan 3 temannya yang sudah tiada.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.