Cerita Tangke’, Penyandang Disabilitas Soppeng Berjuang Cari Nafkah di Tengah Pandemi

Cerita Tangke’, Penyandang Disabilitas Soppeng Berjuang Cari Nafkah di Tengah Pandemi

FH
FD
Farel Haeril
Fachri Djaman

Tim Redaksi

Terkini.id, Soppeng – Di tengah pandemi Covid-19 ini sektor perekonomian terpuruk sejak 2020 lalu. Berbagai ketidakpastian dunia usaha sudah kembali bergerak. Tidak sedikit muncul bisnis baru mencoba keberuntungan di masa sulit saat ini. 

Sebut saja Tangke (65), seorang penyandang disabilitas di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan yang tak patah semangat untuk menjalani hidup dan mencari nafkah di tengah pandemi. Dirinya bahkan rela bangun subuh untuk mencari sesuap nasi. 

Tangke saat ini melakoni pengrajin daun lontar, sebuah keterampilan yang sudah mulai langka ditemui.

Dari tangannya yang tidak lentik lagi, lahir satu demi satu kerajinan bakul, kipas, sapu lidi hingga hiasan telur maulid. Hasil anyamannya dijual ke pasar-pasar tradisional di Soppeng.

Wanita paruh baya ini juga hidup sebatang kara. Suaminya telah lama meninggal dunia. Ia juga hanya bisa hidup dengan satu kaki yang sempurna, diiantu dengan tongkat dari kayu sapu. 

Baca Juga

Tak hanya itu, warga Desa Lalabata Riaja, Kabupaten Soppeng ini juga mahir membuat kue tradisional yang sering menjadi makanan favorit di acara pernikahan. Kue tradisional tersebut yakni Beppa Pute atau kue putih. Ia juga mampu membuat Bedda Tettu’ atau bedak dingin.

“Saya hanya bisa hidup dari hasil kerajinan tangan ini yang dijual ke pasar. Di pasar banyak yang saya jual, seperti dupa, kayu seccang (aju seppang), be’kkeng atau jimat yang biasa digunakan bayi yang baru lahir,” ujar Tangke’.

Di pasar, Tengke’ seolah tidak banyak mengejar untung. Ia sangat santai menjajakan dagangannya sebab memiliki langganan tetap untuk kue putih dan bedak dingin buatannya.

“Alhamdulillah meskipun untung tidak banyak, saya tetap bersyukur, semoga pandemi ini juga cepat berakhir,” harapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.