Penyandang Disabilitas di Makassar Produksi Masker Atasi Kelangkaan di Tengah Wabah Corona

Siasat Penyandang Disabilitas di Makassar Produksi Masker Atasi Kelangkaan di Tengah Wabah Corona
Siasat Penyandang Disabilitas di Makassar Produksi Masker Atasi Kelangkaan di Tengah Wabah Corona

Terkini.id, Makassar – Mengatasi kelangkaan masker di pasaran, anak-anak penyandang disabilitas di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya Makassar memproduksi masker sederhana berbahan kain.

Inisiatif untuk membuat masker, merupakan bentuk respon anak-anak Penerima Pelayanan (PP) dalam Balai membantu pemerintah dalam menangani penyebaran Covid-19 atau yang dikenal dengan virus Corona.

Penyandang disabilitas fisik di BRSPDF Wirajaya, khususnya yang memilih keterampilan penjahitan, nampak bersemangat membuat masker yang dipandu oleh instruktur dari penjahitan, baik instruktur dari penjahitan Wanita, maupun instruktur dari penjahitan pria.

Nantinya, masker ini bisa digunakan secara internal oleh anak-anak penerima pelayanan dalam Balai, dan juga bisa digunakan oleh para Pegawai di BRSPDF Wirajaya. Bahkan masker ini rencananya akan dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan, ungkap Kepala BRSPDF Wirajaya Makassar Syaiful Samad, kepada terkini.id, Senin 23 Maret 2020.

Syaiful sangat mengapresiasi inisatif dari anak-anak penyandang disabilitas fisik yang begitu antusias dalam membuat masker berbahan sederhana dari kain.

Baca juga:

“Tentu apa yang dilakukan oleh penyandang disabilitas fisik ini, merupakan bentuk dukungan kepada negara dalam melawan penyebaran virus Corona,” pungkasnya.

Selain itu, syaiful beranggapan, bahwa pembuatan masker ini, disebabkan karena kurangnya masker yang dijual di pasaran, sehingga memicu anak-anak untuk memproduksi sendiri.

“Melihat kondisi kurangnya masker yang dijual di pasaran, sehingga anak-anak penyandang disabilitas berinisiatif untuk memproduksi masker sendiri, dan tentu aksi yang dilakukan oleh anak-anak penyandang disabilitas merupakan bentuk dukungan kepada Negara dalam melawan penyebaran Virus Corono, “Tegas Syaiful.

Komentar

Rekomendasi

Cara Unik Dokter di Makassar Cukur Rambut di Tengah Pandemi Covid-19

Tinggal di Gubuk Reot, Daeng Sialle Sekeluarga Butuh Uluran Tangan

Universitas Kebangsaan Malaysia, Setengah Abad Perguruan Tinggi untuk Memartabatkan Bahasa Melayu

Pandemi Covid-19, Kajati Sulsel dan BNI Kunjungi Warga Kurang Mampu

Demi Kuliah Daring, Mahasiswa Ini Berinisiatif Membuat Rumah Pohon

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar