China Dianggap ‘Sahabat’, Taliban Janji Tak Akan Tampung Muslim Uyghur dari Xinjiang

China Dianggap ‘Sahabat’, Taliban Janji Tak Akan Tampung Muslim Uyghur dari Xinjiang

FR
Fitrianna R

Penulis

Terkini.id, Internasional – Taliban Afganistan rupanya melihat dan menganggap negara China sebagai sosok ‘sahabat’.

Dengan alasan itu, mereka pun berjanji tak akan menampung alias enggan bersedia menjadi tuan rumah bagi militan Muslim Uyghur dari provinsi Xinjiang, China.

Soal Muslim Uyghur dianggap bergejolak di sana, di mana masalah tersebut merupakan kekhawatiran utama bagi pemerintah China, menurut sebuah laporan media.

Adapun komentar itu muncul ketika Taliban mulai menguasai wilayah di negara yang dilanda perang di tengah penarikan pasukan Amerika Serikat (AS).

Dilansir terkini.id dari Pos Kupang pada Senin, 12 Juli 2021, China diinformasikan telah mengevakuasi 210 warganya dari Afghanistan dengan penerbangan sewaan minggu ini.

Baca Juga

Beijing khawatir bahwa di bawah pemerintahan Taliban, Afghanistan akan menjadi pusat Gerakan Islam Turkistan Timur (ETIM), kelompok separatis yang bersekutu dengan Al-Qaeda yang melancarkan pemberontakan di Xinjiang.

Sebagai informasi, Xinjiang yang kaya sumber daya berbagi perbatasan sepanjang 8 km dengan Afghanistan.

Oleh karenanya, demi mengecilkan kekhawatiran China, juru bicara Taliban, yakni Suhail Shaheen, mengatakan mereka melihat China sebagai ‘teman’ bahkan ‘sahabat’ bagi Afghanistan dan berharap untuk berbicara dengan Beijing tentang berinvestasi dalam pekerjaan rekonstruksi sesegera mungkin.

Suhail juga mengatakan bahwa Taliban tidak akan lagi mengizinkan pejuang separatis Uyghur China dari Xinjiang, yang beberapa di antaranya sebelumnya mencari perlindungan di Afghanistan, untuk memasuki negara itu.

Selain itu, Taliban pun katanya kan mencegah al-Qaida atau kelompok teroris lainnya beroperasi di sana.

“Kami telah ke China berkali-kali dan kami memiliki hubungan baik dengan mereka,” ujar Suhail kepada South China Morning Post yang berbasis di Hong Kong, mengingat beberapa pertemuan yang diselenggarakan oleh China di masa lalu untuk delegasi Taliban.

“China adalah negara sahabat dan kami menyambutnya untuk rekonstruksi dan mengembangkan Afghanistan,” sambungnya.

“Jika (China) memiliki investasi, tentu saja kami akan memastikan keselamatan mereka,” pungkas Suhail Shaheen.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.