Terkini.id, Internasional – Kekerasan militan Taliban telah menguasai hampir seluruh wilayah di Afghanistan.
Bahkan, lebih dari seperempat juta orang telah mengungsi akibat kekerasan tersebut.
Warga diketahui banyak melarikan diri ke Kabul dengan harapan bisa menyelamatkan diri dari kelompok tersebut.
Melansir Okezone, para wanita di Afghanistan dipaksa untuk memakai murka dan dinikahkan kepada pejuang Taliban.
Militan Taliban juga telah banyak memukuli dan mencambuk orang karena dinilai melanggar aturan sosial yang dianutnya.
Salah seorang warga setempat bernama Muzhda (35) mengaku melarikan diri dari Parwan ke Kabul bersama dengan dua saudara perempuannya.
Ia mengaku lebih baik bunuh diri daripada menyerahkan diri kepada bangsa Taliban.
“Saya menangis siang dan malam,” ucap Muzhda kepada kantor berita AFP.
Di sisi lain, di daerah ibu kota, warga membentuk antrean panjang di bank untuk mencoba mengambil tabungan mereka.
Beberapa cabang dikabarkan telah kehabisan uang akibat antrean panjang tersebut.
Terdapat pula laporan tentang kerusuhan di penjara Pul-e-Charki di pinggiran kota, dengan penduduk setempat mengatakan bahwa tembakan terdengar dari fasilitas tersebut.
Negara-negara bagian barat pun berebut untuk melakukan evakuasi kepada warganya.
Melansir Republika, Taliban telah berhasil menguasai Jalalabad, kota besar terakhir di luar ibu Kota Kabul, Afghanistan.
Sebagai tambahan informasi, Jalalabad merupakan kota terbesar kedua yang letaknya di dekat perbatasan utama dengan Pakistan.
Sejauh ini, pemerintah pusat Afghanistan hanya menguasai Kabul dan tujuh ibu kota provinsi, dari total 34 ibu kota di provinsi negara Asia Selatan tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
