China Siap Bela Perusahaan Negaranya Lawan Amerika, Ini yang bakal Dilakukan!

China Siap Bela Perusahaan Negaranya Lawan Amerika, Ini yang bakal Dilakukan!

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, BeijingChina siap bela perusahaan negaranya lawan Amerika, ini yang bakal dilakukan! Otoritas pemerintah China menegaskan akan membela mati-matian hak dan kepentingan perusahaan-perusahaan asal negaranya.

Hal tesebut disampaikan China saat beredar laporan seterunya Amerika Serikat (AS) akan menambah delapan perusahaan Negeri Panda itu ke dalam daftar hitam (blacklist).

“China selalu menentang langkah Amerika untuk menggeneralisasi konsep keamanan nasional dan mengintensifkan penindasan yang tak masuk akal terhadap perusahaan China,” demikian diungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Zhao Lijian dalam konferensi pers di China Global Television Network, Beijing, Rabu 15 Desember 2021 kemarin.

Pada Selasa 14 Desember 2021 lalu, Financial Times melaporkan Departemen Keuangan AS akan menambah delapan perusahaan China ke dalam daftar hitam.

DJI, produsen pesawat nirawak (drone) komersial terbesar di dunia, menjadi salah satu perusahaan yang dibidik Washington.

Seperti dilansir dari Republika.co.id, Kamis 17 Desember 2021, Juru bicara DJI menolak mengomentari laporan Financial Times.

Selain DJI, perusahaan China lainnya yang dimasukkan dalam daftar hitam yaitu perusahaan perangkat lunak pengenalan gambar Megvii, produsen superkomputer Dawning Information Industry, spesialis pengenalan wajah CloudWalk Technology, grup keamanan siber Xiamen Meiya Pico, perusahaan kecerdasan buatan Yitu Technology, serta perusahaan komputasi awan Leon Technology dan Teknologi NetPosa.

Semua perusahaan itu dituduh terlibat dalam pengawasan terhadap Muslim Uighur. Investor Amerika Serika dilarang membeli saham di perusahaan-perusahaan yang telah dicantumkan dalam daftar hitam.

Kendati demikian, China telah konsisten membantah laporan yang menyebut ada pelanggaran hak asasi manusia (HAM) sistematis di Xinjiang, termasuk penahanan lebih dari satu juta masyarakat Uighur. Namun Beijing tidak menampik tentang adanya pusat-pusat pendidikan vokasi di sana.

Pusat-pusat pendidikan vokasi itu sengaja didirikan untuk memberi pelatihan keterampilan dan keahlian kepada warga Uighur dan etnis minoritas lainnya. Sehingga, China mengklaim mereka dapat bekerja demi menekan angka pengangguran di Xinjiang.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.