Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah turut menanggapi soal Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY yang menyebut telah pernah diperingati senior-seniornya di TNI soal Moeldoko yang bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan.
Chusnul Chotimah menyindir bahwa gara-gara ucapan AHY yang membawa-bawa TNI, Jenderal Andika Perlasa sebagai Panglima TNI kini juga ikut terbawa-bawa.
Pasalnya, kubu Moeldko meminta Jenderal Andika Perkasa untuk mengungkap siapa senior-senior yang dimaksudkan AHY.
“Gara-gara bocil Agus Yudhoyono yang menyeret-nyeret TNI di masalah dia, akhirnya panglima TNI terbawa-bawa,” kata Chusnul Chotimah melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 26 November 2021.
Ia menilai bahwa seharusnya bukan Panglima TNI yang diminta untuk mengungkap hal ini.
- Wali Kota dan Wawali Makassar Kompak Hadiri Penutupan Rakernas APEKSI XVIII, Perkuat Kolaborasi Pusat dan Daerah
- 38 DPD Demokrat se-Indonesia Dukung AHY Jadi Ketua Umum
- Dampingi Menteri AHY Serahkan 50 Sertipikat, Pj Gubernur Sulsel: Ini Memberikan Kepastian Hukum
- Konsolidasi dan Temu Caleg, AHY Optimis Demokrat di Sulsel Tambah Kursi DPR RI
- Ke Makassar, AHY Akan Beri Pengarahan ke Seluruh Caleg Demokrat di Sulsel
“Tapi AHY karena awalnya dari dia. Kalo ga bisa berarti sudah menyebarkan hoax. Puspen TNI harus seret AHY ke hukum,” kata Chusnul.
Sebelumnya, Kubu Moeldoko meminta Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa untuk mengungkap siapa senior AHY di TNI yang rajin memberi masukan dan turut campur dalam politik praktis.
Hal ini disampaikan Juru Bicara DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang pimpinan Moeldoko, M Rahmad.
“AHY juga mengklaim bahwa dia telah diberi peringatan oleh senior-senior nya di TNI. Bahkan AHY menyebut bahwa senior dia di TNI itu mengingatkan terhadap upaya membeli hukum,” kata Rahmad pada Kamis, 25 November 2021, dilansir dari Sindo News.
“Sepertinya AHY ingin menyampaikan kepada publik bahwa sampai saat ini, senior-senior nya di TNI masih rajin memberikan masukan-masukan kepada AHY,” lanjutnya.
Rahmad mengatakan bahwa pihaknya ingin siapa petinggi TNI yang rajin memberi masukan kepada AHY yang merupakan Ketua Umum Partai yang kini posisinya sebagai oposisi.
“Panglima TNI tentu harus menjelaskan kepada publik dan mengungkapkan fakta, apakah yang disebut AHY itu benar,” katanya.
Rahmad mebambahkan bahwa jika informasi yang disampaikan AHY memang benar, maka perlu dijelaskan apa motif petinggi TNI rajin memberi masukan kepada AHY.
“Ini penting dan perlu diketahui publik, karena AHY telah menyampaikannya secara terbuka kepada publik. Ini juga penting agar TNI tidak tercemar nama baiknya,” terangnya.
Rahmad menilai bahwa ernyataan AHY itu cukup berbahaya terhadap potensi keamanan bangsa dan negara.
Ia juga mempertanyakan apakah pernyataan AHY itu hanya karena arogansinya mundur dari TNI demi merebut kursi Gubernur DKI Jakarta atau karena hal lain.
“Jangan sampai isu keterlibatan petinggi TNI di politik praktis Partai Demokrat yang menjadi oposisi pemerintah ini sampai membahayakan keamanan dan masa depan kita bernegara,” kata Rahmad.
Sebelumnya, AHY mengaku pernah diperingatkan oleh sejumlah seniornya di TNI soal sifat Kepala Staf Presiden, Moeldoko.
“Saya pribadi sempat diberi peringatan oleh senior-senior saya di TNI, KSP Moeldoko tidak akan berhenti sampai keinginannya tercapai. KSP Moeldoko akan melakukan langkah apapun, bahkan menghalalkan segala cara. Termasuk upaya yang senior saya katakan, upaya membeli hukum,” kata AHY pada Rabu, 24 November 2021, dilansir dari Kompas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
