Chusnul: Saya juga Bingung sama Pak Jokowi, Kenapa Orang Gagal seperti Mendag Lutfi Ini Masih Dipertahankan

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah mengaku heran dengan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang masih mempertahankan Menteri Perdagangan atau Mendag, Muhammad Lutfi.

Pasalnya, ia menilai bahwa Mendag Lutfi telah gagal dan membuat negara kalah dari mafia minyak goreng.

“Saya juga bingung sama pak Jokowi, kenapa orang gagal dan sudah membuat negara kalah sama mafia minyak seperti Mendag Lutfi ini masih dipertahankan,” kata Chusnul Chotimah melalui akun Twitter pribadinya pada Rabu, 23 Maret 2022.

Baca Juga: Natalius Pigai Kecam Sikap Jokowi terhadap Konflik Rusia-Ukraina, Ruhut: Di...

“Seperti ga ada yang lain, ganti yang berani seperti Ahok pak,” sambungnya.

Bersama pernyataannya, Chusnul Chotimah membagikan kritik Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kepada Kementerian Perdagangan terkait kelangkaan minyak goreng.

Baca Juga: Sentil Jokowi, SBY: Dulu Saya Dihujat Tapi Pemerintahan Saya Tak...

Kritik itu disampaikan Ganjar dalam forum High Level Meeting (HLM) dengan tema “Mitigasi Risiko Tekanan Harga dan Pasokan Komoditsa Global terhadap Inflasi Jawa Tengah” di Gumaya Tower Hotel pada Selasa, 22 Maret 2022.

Dalam acara ini, hadir perwakilan Kemendag RI, yakni Direktur Barang Kebutuhan Pokok & Barang Penting, Isy Karim.

Dilansir dari Suara, Ganjar menyatakan bahwa sebagai gubernur, dirinya ikut malu dengan kondisi yang terjadi saat ini.

Baca Juga: Sentil Jokowi, SBY: Dulu Saya Dihujat Tapi Pemerintahan Saya Tak...

“Mohon maaf pak silakan disampaikan ke Pak Mendag atau Menko. Kita tidak bisa lagi seperti ini karena muka pemerintah hari ini ditampar habis-habisan,” kata Ganjar.

Ganjar menyinggung bahwa Indonesia merupakan produsen sawit terbesar, namun malah tak berdaya dengan kelangkaan minya goreng.

“Kita ini produsen sawit terbesar, produsen minyak goreng terbesar dan kita seperti tikus mati di lumbung padi,” kata Ganjar Pranowo.

“Mohon maaf kalau kalimat saya kurang berkenan, karena kita kebingungan di daerah karena semua produksi dan kebijakannya ada di pusat,” sambungnya.

Ganjar mengingatkan bahwa apabila kebijakan atau tindakan ekstrem tidak diambil, maka kondisi yang sudah terjadi sejak akhir tahun lalu akan berlangsung lebih lama.

“Mohon maaf pak rasanya saya sebagai gubernur saja ikut malu. Maaf sekali lagi ini harus saya sampaikan, karena mungkin suara saya mewakili banyak orang,” kata Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo lantas mengusulkan Kemendag untuk mengatur perusahaan produsen minyak goreng.

“Kalau kaitannya harga minyak dunia, mari untuk merah putih tidak mengambil untung banyak-banyak, ini soal moralitas dan saya yakin kementerian perdagangan bisa melakukan itu,” tegasnya.

Bagikan