Masuk

Viral! Warga Cabut Logo Gereja di Tenda Bantuan Gempa, Chusnul Chotimah: Sebenarnya Islamophobia atau Kristenophobia?

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Sebuah unggahan video Viral di media sosial memperlihatkan aksi warga cabut logo gereja di tenda bantuan gempa Cianjur.

Hal tersebut viral pasca dibagikan oleh pengguna Twitter @kresbung,.

Melihat hal tersebut, pegiat media sosial Chusnul Chotimah turut buka suara.

Baca Juga: Hotman Paris: Ibu Norma, Say Hello kepada Banyak Fans Kamu!

Hal tersebut disampaikan Chusnul melalui cuitan di akun media sosial twitter miliknya @ChusnulCH_.

“Dibantu non-muslim itu ga papa, baca lagi kisah Rasulullah, pernah dibantu sm non-muslim, begitu juga saudara2 kita korban perang diluar sana juga dibantu sama negara2 yg penduduknya mayoritas non-muslim,” pungkas Chusnul di akun twitter. Sabtu, 26 November 2022.

Lebih lanjut “Lihat kalian ini, sebenarnya yg ada itu islamophobia atau Kristenophobia” tuturnya.

Baca Juga: Andi Sinulingga Soroti Fuadi Perihal Kedatangan Erick Thohir Disambut Masyarakat Sumbar

Sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa Akun Twitter @kresbung membagikan twit video yang memperlihatkan beberapa warga tengah berusaha mencabut logo gereja di tenda bantuan.

Dimana dalam video tersebut logo tertempel di tiap tenda bantuan untuk korban gempa Cianjur.

Pencabutan logo bantuan gempa Cianjur dari gereja tersebut diabadikan dalam sebuah video pendek.

Stiker dari logo gereja yang tertempel di tenda bantuan tersebut dicabuti satu per satu oleh beberapa warga.

Baca Juga: Muhammad Assaewad Minta MUI Bersikap Tegas Soal Pernikahan Beda Agama: Jangan Sampai Dilegalkan!

Selain dari itu, beberapa warganet pun turut memberikan komentar beragam.

“Bantu boleh silakan saja..cuma hormati juga orang yg di bantu.. gak usah di kasih merk lah sdh tau yg dibantu muslim semua,” tulis @amr***.

“Tidak semua niat baik diterima dg baik…masih perlu waktu utk bisa melatih keluasan hati, bahwa pertolongan Allah bisa datang dari siapa saja. Masih perlu waktu untuk bisa menghargai jasa orang lain tanpa kekuatiran kehilangan aqidah,” kata @pat***.

“itu ditempelkan untuk kepentingan dokumentasi laporan ke Yayasan, biasanya memang gitu, bukan untuk Kristenisasi boss. Moso ada tempelan tulisan Gereja aja bisa bikin murtad. imanmu dangkal sekali bro,” tulis @sta***.

“Gak dibantu dibilang gak perduli, dibantu malah dirusaki. Miris melihat perilaku orang2 ini,” tutur @ere***.

“Kalo bantuannya mereka mau, tapi dari mana asal bantuannya, itu yg mereka nggak mau. Kalo mereka tahu diri & tahu malu, mestinya bantuan gereja itu ditolak sekalian kenapa. Ini sama saja dg istilah malu2 tapi mau dan ternyata mereka ini malu-maluin saja,” pungkas @rud***.