Terkini.id, Internasional – Cina membantah tudingan bahwa mereka mewajibkan diplomat Amerika Serikat untuk melakukan tes usap dubur (anal swab test) untuk mendeteksi virus Corona. Hal ini disampaikan oleh Zhao Lijia, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina pada Kamis, 25 Februari 2021.
“Cina tidak pernah meminta staf diplomat AS di Cina untuk melakukan tes usap dubur,” ujar Zhao Lijia kepada pers, dilansir dari BBC.com.
Seperti diketahui, beberapa kota di Cina memang telah memberlakukan tes usap anal yang diklaim oleh ahli di sana sebagai tes yang lebih efektif untuk mengetahui orang yang terinfeksi.
Li Tongzeng, seorang dokter penyakit pernafasan dan infeksi di Beijing mengatakan bahwa tes anal dapat mendeteksi jejak virus lebih baik dari tes umum yang digunakan di hidung dan mulut.
Namun, Li Tongzeng menekankan bahwa tes anal hanya diperlukan untuk orang-orang tertentu, misalnya orang yang menjalani karantina.
- Tingkatkan Populasi Sapi, Pj Gubernur Sulsel Laksanakan Program Inseminasi Buata di Cina Bone
- Putin Sebut Xi Jinping Sebagai Sahabat Terkasih dan Berharap Berkunjung ke Moskow
- Xi Jinping Kirimkan Ucapan Selamat Tahun Baru ke Vladimir Putin
- Dokter Lisa: Kalo Disuruh Cintai Arab Apa Cina, Gue Mending yang Mancung daripada Pesek
- Diserang Usai Singgung Orang Cina, Helmi Felis: Maunya Hina Yaman dan Arab, Giliran Cina Dibahas, Ngamuk
Tes usap anal dilakukan dengan cara memasukkan kapas sepanjang 3 cm hingga 5 cm ke dalam anus lalu diputar dengan pelan.
Tidak diketahui berapa diplomat AS yang telah mungkin telah menjalani tes tersebut.
Namun, Departemen Luar Negeri AS menyampaikan dengan tegas bahwa mereka tidak pernah menyetujui tes seperti itu.
Deplu AS juga mengatakan bahwa mereka telah menyampaikan protes langsung kepada Kementerian Luar Negeri Cina saat mendengar kabar tersebut.
“Departemen Luar Negeri AS tidak pernah menyetujui tes semacam ini dan telah melakukan protes langsung kepada Kementerian Luar Negeri saat kami mengetahui beberapa staf telah diminta melakukannya,” ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS pada Rabu, 24 Februari 2021, dilansir dari Vice News.
Jubir Deplu juga menyampaikan bahwa pihak Kemenlu Cina meyakinkan mereka bahwa kabar adanya tes tersebut merupakan kesalahan.
Menurut Kemenlu Cina, para staf diplomatik AS dibebaskan dari tes usap dubur yang memang diwajibkan bagi para pelancong yang memasuki beberapa wilayah di Cina.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
