Waspada! Krisis Energi Melanda Beberapa Negara di Dunia

Waspada! Krisis Energi Melanda Beberapa Negara di Dunia

Helmi Yaningsi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Krisis energi melanda beberapa negara di dunia. Terjadi kelangkaan pasokan gas, serta naiknya tarif dan pemadaman listrik.

Dilansir dari pemberitaan CNBC Internasional, setidaknya sudah ada tiga negara yang mengalami krisis ini, yaitu Inggris, Cina dan India.

Di Inggris, krisis dapat dilihat dari sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan serta naiknya tarif listrik. Lebih dari dua ribu pompa kering. Sehingga warga harus berebut dengan industri yang kehabisan sumber pembangkit listrik.

Ditambah lagi rantai pasokan yang mandek. Hal ini dikarenakan tidak adanya sopir truk. Sebab, hampir semua sopir truk adalah imigran dan harus kembali ke negara, begitupun dengan penguncian negara akibat pandemi Covid-19. 

Sementara di Cina terjadi penurunan daya produksi di industri. Dilansir dari Guardian, sebuah survei yang dilaksanakan pada Kamis 30 Spetember menunjukkan bahwa aktivitas pabrik Cina mengalami kontraksi. Ini pertama kali terjadi sejak pandemi melanda di bulan Februari.

Baca Juga

Angka-angka menunjukkan bahwa output turun akibat perlambatan produksi di industri yang mengonsumsi energi tinggi.

Krisis listrik yang terjadi di Cina disebabkan akibat pembatasan impor batu bara dari Australia. 

Sementara itu, untuk mengamankan krisis listrik agar tak semakin gawat, Gubernur Provinsi Jilin Han Jun, berjanji akan meningkatkan pasokan listrik lokal dengan memperbesar skala impor batu bara. China, diketahui merupakan konsumen batu bara terbesar saat ini.

“Selain mengamankan pasokan batu bara lintas provinsi dari Daerah Otonomi Mongolia Dalam, (China juga akan) untuk meningkatkan impor dari Rusia, Mongolia dan Indonesia,” dikutip dari Global Times.

Nasib yang sama juga terjadi di India. Perusahaan utilitas di negera ini  ramai-ramai mengamankan pasokan batu bara pasca lonjakan permintaan listrik dari industri dan impor yang lambat. Ini karena rekor harga global karena rebound permintaan listrik dan persaingan dengan China, konsumen batu bara terbesar dunia, sedang terkena krisis listrik parah.

Data pemerintah menunjukkan setengah dari 135 pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) hanya memiliki stok bahan bakar kurang dari tiga hari. Padahal, aturan pemerintah federal, pasokan setidaknya harus ada untuk dua minggu.

Meskipun pasokan batu bara India menyusut, pemadaman listrik skala besar belum terjadi. Tapi mengutip Reuters, kekurangan sudah terlihat di Uttar Pradesh, Bihar dan Kashmir.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.