Terkini.id, Jakarta – Pakar Sejarah Islam dan pendakwah, Haikal Hassan menyoroti bahwa cuitan-cuitan atau berita-berita yang mengandung kebenaran, justru jarang dibagikan.
Ia terutama menyoroti cuitannya yang membagikan berita soal Palestina dan Israel.
Awalnya, ia memuji salah satu media yang menjadikannya narasumber dalam berita tersebut.
“@digdayaTV emang top. Giliran begini jarang yang share.Tapi bersyukur saja agar tersaring mana yang pantas diajak berjuang, mana yang cengeng,” katanya pada Kamis, 27 Mei 2021.
Terlihat, cuitannya itu di-retweet sebanyak 87 kali dan disukai sebanyak 133 kali.
- Haikal Hassan Singgung Pembayaran Tol: Kayak Budak Gua!
- Haikal Hassan: Kalau Umat Islam Marah, Fatwa Keluar Habis Kalian
- Heboh Perubahan Nama Jalan di Jakarta, Haikal Hassan: KTP Enggak Perlu Diubah
- Disebut Habib Bahar sebagai Pengkhianat sama seperti Prabowo, Haikal Hassan Jawab Begini
- Bagi Haikal Hassan, Presiden Indonesia Adalah Jokowi Bukan Prabowo Subianto
Setelah itu, ia me-retweet cuitannya sendiri dan menyinggung bahwa cuitan yang banyak dibagikan orang justru adalah berita fitnah.
Ia bertanya-tanya apakah orang-orang memang lebih suka menyebar fitnah ketimbang kebenaran.
“Giliran berita fitnah, yang retweet lebih dari 100ribu. Wkwkwk sebegini hancur kah hati kita terhadap kebenaran? Sebegitu hobi kah kita dengan sebar fitnah?” katanya pada Jumat, 28 Mei 2021.
Adapun di dalam cuitan pertamanya, Haikal membagikan sebuah video berita di mana ia berbicara soal tanah Palestina.
“Mereka Bani Israel, iya. Mereka kembali ke tanah leluhur, iya, iya, iya, sekali lagi iya. Tapi mereka yang originally keturunan Yaqub, bukan Yahudi pendatang dari Austria yang sekarang jadi zionis,” kata Haikal.
“Bukan Yahudi pendatang dari Argentina yang sekarang zionis. Bukan Yahudi Afrika, Yahudi item, yang sekarang jadi zionis, yang banyak tentara-tentara item itu. Bukan, bukan mereka. Mereka penjajah tanah Palestina,” tambahnya.
Haikal melanjutkan bahwa Yahudi asli, para rahib Yahudi justru menentang Perdana Menteri Israel, Benjamin Nentanyahu.
“Mereka bawa spanduk ‘better we go to hell rather than join with zionist‘ kata mereka,” ungkap Haikal menceritakan pengalamannya ikut demo dengan para rahib Yahudi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
