Daeng Naba dan Asal Usul Nama Warkop ‘Dottoro’

Daeng naba, peracik kopi makassar, warkop dottoro, dottoro, daeng naba, idrus daeng naba
Illustrasi Daeng Naba, pemilik Warkop Dottoro.(terkini.id/hasbi)

Terkini.id, Makassar – Peracik kopi yang juga pemilik Warung Kopi (Warkop) Dottoro, Idrus daeng Naba tutup usia pada Rabu 1 Januari 2020 pukul 23.40 WITA.

Pemilik kopi legendaris Makassar itu tutup usia di Rumah Sakit Akademis Makassar, kemudian akan dimakamkan Sudiang setelah disemayamkan di rumahnya di Jalan Tinumbu, Kamis 2 Januari 2020.

Sejumlah warga Makassar menyampaikan duka dan rasa belasungkawa atas berpulangnya maestro kopi di Makassar itu.

“Innalillahiwainnailaihi rojiuun. Selamat Jalan Om Idrus Dg Naba (Pemilik Warkop Dottoro). Semoga husnul khatimah. Masih belum bisa percaya. Beliau orang yang sangat baik,” tulis kerabat dg Naba, Menawaty Ramli mengabarkan melalui media sosial.

Diketahui, dg Naba atau biasa dipanggil Haji Naba, meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit gula. Haji Naba akan dimakamkan di samping kuburan istrinya, Hj Sarintang deng Nurung yang lebih dulu berpulang pada Juli 2019 lalu.

Warkop Dottoro

Menarik untuk Anda:

Daeng Naba mendirikan Warkop Dottoro pada 1975 silam dengan penuh perjuangan. Hingga kini, Warkop Dottoro punya lebih dari 20 cabang di Makassar dan di berbagai daerah.

Diberi nama dottoro (yang berarti dokter dalam bahasa Makassar), lantaran orang-orang yang datang dengan membawa ‘sakitnya’ ke wakrop dottoro layaknya berobat ke ‘dokter’. Sakitnya terobati.

Semasa hidup, dg Naba sering menceritakan bahwa nama ‘Dottoro’ itu diberikan oleh seorang wartawan yang belakangan menjadi juru bicara Jusuf Kalla saat menjadi Wapres RI, Husain Abdullah.

Kisah tentang penamaan dottoro itu lebih detil diceritakan oleh Tomi Lebang, sahabat Husain Abdullah.

“Dulu, nama kafe di warung ini Kafe Daeng Naba. Suati hari, kawan saya Husain Abdullah yang kerap datang ke sini berkelakar: minum kopi dan makan di Daeng Naba seperti obat bagi pengunjungnya. Entah obat apa gerangan, tapi sang pemilik mendapat ilham untuk mengubah nama warung jadi Dottoro,” tulis Tomi Lebang melalui akun media sosialnya.

Warkop Dottoro bukan cuma berkembang menjadi warkop yang melegenda di Makassar. Warkop ini juga menjadi cikal bakal lahirnya Warkop daeng Sija yang juga tak kalah populer di Makassar.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Download Gratis Perwali Nomor 36 Tahun 2020 Kota Makassar, Tentang Percepatan Pengendalian Covid-19

Ini Arahan Tito Karnavian untuk Pilkada Serentak di Sulawesi Selatan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar