Damaikan Perkara FUI Sumut Bubarkan Jaran Kepang, Tengku Zul Harap Polisi Tangguhkan Penahanan

Terkini.id, Jakarta – Tengku Zulkarnain ternyata berperan dalam mendamaikan pihak berseteru dalam masalah pembubaran Jaran Kepang oleh Forum Umat Islam (FUI) di Medan, Sumatera Utara (Sumut) yang sempat viral beberapa waktu yang lalu.

Hari ini, Kamis, 22 Alpril 2021, Tengku Zul turrut mendatangi Polrestabes Medan tal lama setelah hadir tak lama setelah Ketua FUI Sumut bersama rombongan tiba.

Dilansir dari Detik News, Tengku Zul mengatakan bahwa ia diminta FUI untuk mendamaikan pihak berseteru.

Baca Juga: Heran dengan ‘Kadrun’, Politisi PDIP: Boro-Boro Ketemu Bidadari, Kita Aja...

“Kebetulan saya puasa ini di Medan sampai hari lebaran. Untuk permasalahan jaran kepang itu atau kuda lumping kemarin. Itu kebetulan tetangga-tetangga kami juga, 1 km, 1,5 km dari rumah kami. Jadi mereka datang untuk bagaimana bisa diadakan perdamaian. Jadi kedua belah sudah jumpa, maka kami datang ini berupaya untuk menghadap kepada Pak Kapolrestabes Medan agar masalah ini dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan,” katanya.

Tengku Zul juga mengatakan bahwa kedua bela pihak telah bertemu dan sepakat untuk berdamai.

Baca Juga: Ma’ruf Amin Ajak Teladani Tengku Zul, Ade Armando: Tak Ada...

Maka, selanjutnya Tengku Zul membantu agar polisi dapat menangguhkan penahanan pihak-pihak terkait.

Berdasarkan hasil pertemuaannya dengan pihak kepolisian, Tengku Zul mengatakan bahwa petugas mendorong penyelesaian secara baik-baik.

“Kedua belah pihak sudah bersepakat untuk berdamai. Hari ini keluarga dan seluruhnya hadir. Kalau pihak kepolisian, tetap mendorong upaya masyarakat untuk berbaik-baikan. Tapi prosedur hukum kan tetap kita jalani. Jangan sampai pihak kepolisian melanggar prosedur hukum dan mereka juga bisa mendapatkan kemaslahatan dari perdamaian ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Unggah Produk ‘Rahasia Pria Gapai Surga’, Politisi PDIP: Lupa Nitip...

Tengku Zul juga menuturkan harapannya agar pihak-pihak polisi menangguhkan penahanan setelah perdamaian terjadi.

“Kalau sudah ada upaya perdamaian, kita berharap pihak kepolisian bisa menangguhkan untuk kedua belah pihak, kalau bisa semua clear lah, itu harapan saya,” ujarnya.

Tengku Zul pun berharap agar kejadian pembubaran Jaran Kepang itu tidak terjadi lagi ke depannya.

“Harapan ke depannya jangan sampai terjadi lagi. Di tempat saya tinggal, tiap bulan main jaran kepang, tidak pernah saya larang. Yang penting kita itu sama-sama menjaga diri. Kedua belah pihak sudah bersepakat berdamai semoga semua berjalan lancar dan tidak ada yang dirugikan,” tuturnya.

Adapun sebelumnya, terjadi kericuhan hingga adu pukul antara anggota FUI dan warga saat ormas itu membubarkan pertunjukan kuda kepang pada Jumat, April 2021.

Adu mulut yang awalnya terjadi berubah menjadi adu pukul saat pihak FUI meludahi salah seorang perempuan yang menolak pembubaran.

Tak lama setelah viral, polisi pun menyelidiki kasus tersebut. Adapun kedua pihak berseteru saling melaporkan.

“Masih penyelidikan. Dua pihak saling lapor, dari dua pihak ini semuanya mungkin sudah ada 15 orang yang diperiksa,” ucap Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal AKP Budiman Simanjuntak, Rabu, 7 April 2021.

Polisi kemudian menetapkan 11 anggota FUI sebagai tersangka dalam kasus ini. Sepuluh orang sudah ditahan dan satu masih diburu.

“Saat ini sudah 10 orang ditahan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ucap Kapolrestabes Medan, Riko Sunarko, Senin, 12 April 2021.

Bagikan