Soal FUI Bubarkan Jaran Kepang, Moeldoko: Bangsa Ini Mau Mundur Kemana?

Terkini.id, Jakarta – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko menyoroti aksi pembubaran Jaran Kepang di Medan yang dilakukan oleh Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara (Sumut).

Meoldoko mengharapkan agar kejadian-kejadian seperti itu tidak akan terjadi lagi ke depannya.

“Kita harap kejadian yang baru saja terjadi di mana ada sekelompok ormas yang apa itu, resisten terhadap pertunjukan jaran kepang, itu menjadi perhatian bersama.Tidak boleh terjadi ke depan,” tegas Moeldoko, Jumat, 9 April 2021, dilansir dari Sindo News.

Baca Juga: Soal Pemerintahan Jokowi, RG: Berteman dengan Koruptor Gak Ada Akhlak!

Moeldoko mengingatkan bahwa kejadian seperti itu bisa menjadi indikasi kemunduran bangsa.

“Ini bangsa mau mundur lagi kemana ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Ngabalin Sebut Faisal Basri Otak Sungsang, Luhut dan Moeldoko Manusia...

Seperti diketahui, sebelumnya sempat viral di media sosial video perseteruan antara warga dan FUI Sumut.

Awalnya terjadi adu mulut antara warga dan anggota ormas tersebut karena pertunjukan Jaran Kepang dibubarkan.

Perseteruan kemudian berujung bentrok saat salah seorang anggota FUI Sumut meludahi seorang perempuan.

Baca Juga: Ngabalin Sebut Faisal Basri Otak Sungsang, Luhut dan Moeldoko Manusia...

Dalam video yang beredar, dinarasikan bahwa pertunjukan seni itu dibubarkan karena dianggap musyrik. Meski akhirnya ini bantah oleh pihak FUI.

“Lokasi kejadian itu di jalan ring road. Kebetulan kepling-nya kenal baik dengan orang FUI, jadi datanglah ke situ, karena kepling-nya tidak setuju. Karena tidak ada surat-surat yang boleh mempraktikkan jaran kepang di situ. Maka datanglah orang FUI ke situ sama kepling,” kata Indra Suheri, Ketua FUI Sumut, Senin, 8 April 2021, dilansir dari Detik News.

Kini, polisi tengah mendalami tiga laporan terkait upaya pembubaran pertunjukan Jaran Kepang tersebut.

“Jadi ada tiga LP sedang berproses ditangani oleh Polrestabes Medan,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi pada Jumat, 9 April 2021, dilansir dari CNN Indonesia.

Adapun rincian laporan yakni dua LP dugaan penganiayaan dan satu LP dugaan penghinaan.

Bagikan