Danny Janji Launching Smart Kader KB Sebelum Akhir Masa Jabatannya

Danny Pomanto
Wali Kota Makassar Danny Pomanto

Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar ‘Danny’ Pomanto berjanji, dalam waktu dekat melauching Smart Kader Keluarga Berencana (KB). Dia beralasan hal tersebut dapat menunjang Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa atau Kelurahan (PPKBD) lebih profesional.

“Isinya kira-kira professionalisme Kader KB, bagaimana penggunaan IT di Posyandu, bagaimana Posyandu harus memadai infrastrukturnya, kader posyandu harus betul-betul tidak Gaptek, siap menerima android untuk kebutuhan data anak-anak kita,” kata Danny di Kediaman Wali Kota Makassar, Jalan Amirullah, Kamis, 11 April 2019.

Danny menilai keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang direncanakan dan pada akhirnya melahirkan pemimpin yang berkualitas. Karena itu, dia menyebut kader Keluarga Berencana (KB) punya peran penting dalam memajukan bangsa.

“Kader KB-lah yang menentukan pengendalian penduduk dan menentukan kualitas keluarga,” urainya.

Berdasarkan hal tersebut, Danny menilai PPKBD sebagai pahlawan kehidupan. Pasalnya, Mereka yang memberi pendampingan, mulai dari ibu hamil, melahirkan, dari anak hingga besar.

Kader PPKBD dan Sub PPKBD di Makassar mencapai 1149 orang

Sementara itu, Kadis Pengendalian Penduduk dan KB Kota Makassar Zulkifli menyebut, kader PPKBD dan Sub PPKBD di Makassar mencapai 1149 orang.

“Terdapat satu Kader PPKBD setiap kelurahan, dengan jumlah 153 kelurahan. Untuk sub PPKBD itu setingkat RW satu RW satu kader sub, berjumlah 996 kalau ditotalkan 1149,” kata Zulkifli.

Zulkifli juga menyampaikan beberapa capaian yang telah ditorehkan kader KB kota Makassar. Tahun lalu sebagai capaian pertama adalah, angka kelahiran di kota Makassar 2,002 persen. Artinya setiap pasangan usia subur di kota ini memiliki 2-3 anak.

“Sesuai target kita, kalau target nasional 2,008 persen. ini sesuai target, akan tetapi laju pertumbuhan penduduk di Kota makassar agak tinggi 1,32 persen artinya terlalu banyak urbanisasi atau migrasi masyarakat datang ke Makassar untuk tinggal,” pungkasnya.

Capaian kedua, kata dia, jumlah penggunaan KB di kota Makassar sebanyak 69,9 persen. Jika diskalakan, apabila Kota Makassar memeliki 10 penduduk maka 7 penduduknya sudah ber-KB.

Penggunaan kontrasepsi, dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) sudah mencapai 35 persen penggunaannya. Walaupun kata Zulkifli masih banyak menggunakan non MKJP yaitu suntik.

“Paling kecil penggunaanya adalah kondom hanya sekitar 4 persen. Lorong KB 200 sudah kami bentuk dalam waktu 1 tahun. Tahun ini tinggal pembinaannya,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Simak, Begini Cara Kemensos Tekan Angka Kemiskinan

Terkini.id,Jakarta - Pemerintah menargetkan satu juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tergraduasi pada tahun 2020."Penetapan target ini seiring dengan tekad Presiden