Perdebatan Soal Lingkungan Penuh Sarkasme, Danny Pomanto Singgung RTH dan Fasum-Fasos Pihak Ketiga

Terkini.id, Makassar – Debat kandidat calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar  yang disiarkan di Kompas TV penuh ungkapan sarkasme.

Kendati begitu, pasangan urut satu Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi terlihat tampak tenang dan mampu menjawab dengan lugas setiap sesi. 

Pada sesi tanya jawab dan sanggahan pada tema lingkungan, Danny Pomanto menjawab pertanyaan dari panelis dan paslon urut tiga dan dua. 

Danny mengatakan ketika dirinya menjadi Wali Kota pada periode lalu, Kota Makassar menjadi percontohan pengelolaan persampahan di Indonesia dan meraih piala Adipura tiga kali berturut-turut. 

Mungkin Anda menyukai ini:

Selain itu, Kota Makassar mampu meraih Adipura Asean atau Clean Land Asean. Menurutnya, Kota Makassar telah melakukan pengelolaan lingkungan dan persampahan mulai dari hulu ke hilir dalam lima tahun. 

Baca Juga: Danny Pomanto Sebut Akan Segera Lelang Jabatan Eselon II

“Makassar punya bank sampah yang terbaik di Indonesia termasuk sistim TPA kita juga terbaik saat kami menjabat dan dapat Adipura Asean. Justru saat kami cuti dulu Makassar tidak lagi dapat Adipura,” kata Danny.

Selain itu, Danny juga menanggapi visi misi dan program pasangan urut dua Appi-Rahman yang ingin memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH) di Makassar. 

Menurutnya, mustahil ingin menambah taman atau RTH jika banyak fasum-fasos yang dikuasai oleh pihak ketiga. 

Baca Juga: Pembangunan Twin Tower Tanpa IMB, Danny Pomanto Sebut Akan Doser

“Saya liat program paslon nomor dua,  Bagaimana caranya ingin menambah RTH kalau banyak fasum-fasos yang dikuasai oleh pihak ketiga. Jadi kalau ingin menambah taman-taman atau RTH kita harus mengembalikan fasum-fasos tersebut,” kata Danny. 

Danny juga menanyakan soal program paslon dua yang ingin membebaskan iuran sampah. 

“Kalau kita ingin menangani persampahan dengan baik kita harus mendidik masyarakat dengan cara memilah sampahnya,” ungkapnya lagi.

Oleh karena itu, Danny mengatakan dirinya punya program pemilahan sampah. Hal itu untuk mendidik masyarakat untuk disiplin membuang sampah.

Dikesempatan itu, Danny memaparkan bahwa dalam penanganan lingkungan di Kota Makassar yang nyaman, paslon urut 1 membuat 6 program program strategis.

Antara lain, penataaan sosial sistim persampahan, pembenahan total sistem penanganan banjir dan kemacetan, pembangunan infrastruktur dan waterfront city berbasis mitigasi dan adaptasi lingkungan. 

Keempat adalah peningkagan jejaring smart pedestrian dan koridor hijau kota, peningkatan lorong garden dan 5000 lorong garden dan lorong wisata, serta percepatan perceptan infrastrur sombere yang inclusif.

Terakhir, melakukan percepatan makassar menjadi liveafebel city dan risilient city. 

“Inilah 6 program strategis yang akan menjadi konsen kami untuk menjaga lingkungan Kota Makassar dengan baik. Bahwa adaptasi dan mitigasi lingkungan menjadi bahagian yang penting untuk kota Makassar,” pungkasnya.

Bagikan